HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nama Dharma Pongrekun kembali ramai diperbincangkan publik setelah potongan pernyataannya soal potensi “panic public” dan kesiapan bertahan hidup selama tujuh hari viral di media sosial.
Ucapan tersebut memicu diskusi luas, mulai dari kesiapsiagaan masyarakat hingga tafsir soal kondisi darurat yang dimaksud.
Pernyataan itu mencuat di tengah situasi publik yang sensitif terhadap isu keamanan dan krisis. Dalam potongan video yang beredar, Dharma menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk bersiap menghadapi kondisi tak terduga, termasuk kemungkinan kekacauan sosial jika kepanikan tidak dikelola dengan baik.
Pandangan tersebut langsung menarik perhatian karena disampaikan oleh sosok dengan latar belakang panjang di institusi kepolisian dan keamanan negara. Nama Dharma bukan figur baru, terutama bagi kalangan yang mengikuti isu keamanan, intelijen, dan politik nasional.
Rekam Jejak dan Latar Belakang Dharma Pongrekun
Dharma Pongrekun merupakan purnawirawan Polri dengan pengalaman puluhan tahun di bidang reserse, penegakan hukum, hingga intelijen strategis.
Ia mengakhiri kariernya dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi dan jabatan terakhir sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Sepanjang kariernya, Dharma dikenal menempati sejumlah posisi penting, termasuk Dirtipnarkoba Bareskrim Polri, Karorenmin Bareskrim, Deputi hingga Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pengalaman tersebut membentuk sudut pandangnya yang kerap menekankan mitigasi risiko dan kesiapan menghadapi krisis.
Di luar karier birokrasi, Dharma juga dikenal vokal mengkritik sistem pendidikan konvensional yang dinilainya belum relevan dengan tantangan abad ke-21.
Pandangan inilah yang kerap muncul dalam berbagai pernyataan publiknya, termasuk saat menyinggung isu “panic public”.
Biodata Singkat Dharma Pongrekun:
• Nama lengkap: Dharma Pongrekun
• Tempat, tanggal lahir: Palu, 12 Januari 1966
• Usia: 59 tahun
• Pangkat terakhir: Komisaris Jenderal Polisi
• Jabatan terakhir: Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri
• Pendidikan:
– S2 Magister Manajemen – Universitas Bhayangkara
– S2 Ilmu Hukum – Universitas Gadjah Mada
– Doktor Kehormatan Bidang Kemanusiaan (2023)
Setelah pensiun, Dharma terjun ke dunia politik sebagai figur independen. Ia maju sebagai calon Gubernur Jakarta pada Pilgub 2024 bersama Kun Wardana dan berhasil mengantongi dukungan ratusan ribu warga, memperlihatkan basis simpati publik yang cukup kuat.

