Pariwisata 2025: Wisnus Tembus 1 Miliar Perjalanan, Borong 153 Penghargaan Dunia


Oleh : Dede Suhadi

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pariwisata Indonesia menutup tahun 2025 dengan rapor merah putih yang menyala. Bukan sekadar angka, sektor ini membuktikan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar destinasi "mampir", melainkan magnet utama dunia dengan kualitas yang semakin berkelas.

Dalam laporan bulanan yang disampaikan Rabu (14/1/2026), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wamenpar Ni Luh Puspa mengungkap deretan fakta unik dan menarik di balik melonjaknya angka kunjungan wisata Nusantara.

Untuk pertama kalinya, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) meledak hingga 1,09 miliar perjalanan. Angka ini melampaui target dan membuktikan bahwa kampanye #DiIndonesiaAja sukses bikin orang lokal jatuh cinta lagi dengan negeri sendiri.

Namun, ada catatan unik: 61% pergerakan masih "muter-muter" di Pulau Jawa (Jatim, Jabar, Jateng, DKI, dan Banten). Jadi, buat kamu yang belum ke luar Jawa, yuk mulai lirik destinasi luar pulau tahun depan.

Sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat sebanyak 13,98 juta wisatawan mancanegara telah berkunjung ke Indonesia. Menariknya, mayoritas kunjungan ini masih didominasi oleh "Geng 5 Besar" yang berasal dari negara-negara tetangga terdekat, yakni Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste.

Kelima negara ini secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen dari total kunjungan internasional. Bali dan Jakarta tetap jadi gerbang favorit, disusul Surabaya, Medan, dan Yogyakarta.

Tahun 2025 layak disebut sebagai "Tahun Emas" bagi prestasi pariwisata tanah air karena Indonesia berhasil memborong sebanyak 153 penghargaan internasional. Beberapa pengakuan paling bergengsi datang dari La Liste Prancis untuk sektor gastronomi, Michelin Keys untuk standar hotel mewah, hingga predikat Best Tourism Village dari UN Tourism.

Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa deretan apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa reputasi pariwisata Indonesia telah mencapai level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Libur Nataru kemarin bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga belanja. Lewat program BINA (Belanja di Indonesia Aja) - Indonesia Great Sale 2025, tercatat nilai transaksi fantastis mencapai Rp31 triliun. Ini membuktikan kalau turis kita (baik lokal maupun asing) punya daya beli yang kuat kalau dikasih diskon dan produk yang oke!

Kementerian Pariwisata kini mulai beralih fokus dari sekadar mengejar kuota jumlah kunjungan menjadi pengembangan pariwisata yang lebih berkualitas. Ke depannya, Indonesia akan lebih serius dalam mempromosikan segmen-segmen unggulan.

Seperti gastronomi yang menawarkan pengalaman kuliner bercerita, wisata bahari yang diperkuat dengan peluncuran buku "Wonderful Indonesia Diving Directory" bagi para penyelam, serta pengembangan wellness tourism yang berfokus pada kesehatan fisik dan ketenangan jiwa wisatawan.

"Pertumbuhan ini adalah hasil arah kebijakan yang jelas. Indonesia siap jadi wajah dunia di panggung pariwisata global," pungkas Menpar Widiyanti.

Tampilan Utama