HOLOPIS.COM, JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai jika wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD dinilai lebih menguntungkan partai politik lama yang memiliki basis massa kuat.
Bahkan pria yang karib disapa Hensat ini pun mengatakan Pilkada tidak langsung pun belum tentu menguntungkan partai penguasa saat ini dalam aspek ukuran matematika politik.
“Pilkada tidak langsung ini belum tentu menguntungkan partai penguasa saat ini, justru yang sangat diuntungkasn oleh wacana ini adalah partai dengan kriteria pemenang Pileg serta mempunyai basis akar rumput yang kuat,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Founder Lembaga Survei Kedai KOPI tersebut menjelaskan, partai politik yang sudah berdiri lama otomatis memiliki basis massa kuat sehingga lebih mudah meraih kursi di DPRD yang nantinya akan memilih kepala daerah.
Hendri menyarankan agar wacana Pilkada lewat DPRD tidak hanya dipertimbangkan dari segi biaya politik semata. Menurutnya, wacana tersebut akan lebih diterima jika penekanannya pada perbaikan sistem demokrasi dan pendidikan politik dalam jangka waktu sementara.
Ia menambahkan, perlu ada pembuktian perbaikan oleh partai politik dan pemangku kebijakan, seperti pemberantasan money politics.
“Mungkin wacana tersebut akan lebih diterima jika penekanannya atas dasar perbaikan sistem demokrasi, dan tidak dalam waktu lama semisal hanya dua kali saja baru dilanjut lagi Pilkada digelar secara langsung,” katanya.
Wacana pengembalian Pilkada melalui DPRD terus menuai polemik karena dinilai berpotensi menarik mundur praktik demokrasi dan mengabaikan kehendak mayoritas rakyat yang selama ini memilih kepala daerah secara langsung.


