Belanda Heboh Siapkan Warga Bertahan 72 Jam, Isu Perang Ikut Disorot


Oleh : Fisca Dwi Astuti

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Pemerintah Belanda menjadi sorotan sejak akhir November lalu setelah mengumumkan langkah serius dalam menyiapkan warganya menghadapi situasi darurat.

Setiap rumah tangga di negara tersebut dijadwalkan menerima buku panduan setebal 33 halaman berisi langkah bertahan hidup selama 72 jam pertama saat krisis terjadi, periode ketika bantuan pemerintah dan layanan darurat belum tentu bisa menjangkau semua orang.

Kebijakan ini memicu perbincangan luas di ruang publik Eropa. Sebagian warga menilai langkah tersebut sebagai bentuk kewaspadaan, sementara lainnya mengaitkannya dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan isu konspirasi perang yang dikhawatirkan dapat terjadi di masa mendatang.

Meski begitu, pemerintah Belanda menegaskan panduan ini disusun untuk meningkatkan kesiapan, bukan menebar ketakutan.

“Situasi ini menunjukkan betapa rentannya kita dan betapa pentingnya persiapan yang baik agar masyarakat tidak panik atau melakukan penimbunan,” ujar Menteri Kehakiman dan Keamanan Belanda, Foort van Oosten, saat memperkenalkan buku panduan tersebut.

Panduan darurat itu diawali dengan sejumlah skenario krisis, termasuk kemungkinan serangan siber terhadap jaringan listrik nasional.

Dalam skenario tersebut, komunikasi digital bisa lumpuh hanya dalam hitungan jam, stasiun pengisian bahan bakar terpaksa tutup, pasokan di supermarket menipis, hingga distribusi air bersih yang tidak lagi terjamin.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah mendorong setiap keluarga menyiapkan perlengkapan darurat.

Isinya meliputi air minum, senter beserta baterai cadangan, makanan tahan lama, kotak P3K, salinan dokumen identitas, peta lingkungan sekitar, serta peluit untuk menarik perhatian petugas darurat jika diperlukan.

Selain perlengkapan fisik, warga juga diminta menyusun rencana darurat keluarga. Hal ini mencakup skenario penjemputan anak di sekolah apabila komunikasi digital terputus, hingga perhatian khusus bagi tetangga yang rentan seperti lansia atau penyandang disabilitas.

Menteri Pertahanan sementara Belanda, Ruben Brekelmans, menilai panduan ini justru diperlukan di tengah ancaman nyata.

Ia menyinggung maraknya serangan siber yang dialami Belanda hampir setiap hari serta aktivitas kapal Rusia di Laut Utara. Menurutnya, risiko sabotase terhadap infrastruktur vital bukan hal yang mustahil terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah pemerintah Belanda ini pun memicu diskusi global tentang kesiapsiagaan sipil, terutama di tengah situasi dunia yang kian penuh ketidakpastian.

Tampilan Utama