Undang 1.200 Akademisi, Prabowo Siapkan Lompatan Besar Pendidikan Nasional

62 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan sekitar 1.200 kalangan akademisi, seperti rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Hal ini sebagaimana dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

Prasetyo menyebut Prabowo sebagai Kepala Negara terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk mereka dari kalangan akademisi, termasuk pertemuan pada hari ini yang merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan lompatan besar di sektor pendidikan nasional.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Hari ini kebetulan jadwalnya adalah beliau akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Jadi kurang lebih 1.200 undangan yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden,” jelasnya, dikutip Holopis.com, Kamis (15/1/2025).

Ia menambahkan, dalam sepekan terakhir Presiden memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan. Pemerintah memandang pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM), sejajar dengan agenda besar swasembada pangan dan swasembada energi.

- Advertisement -

“Kalau saudara-saudara perhatikan ini bagian dari kemarin dalam satu minggu, betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu fondasi dan faktor kunci,” kata Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo akan membahas berbagai isu konkret di bidang pendidikan tinggi. Salah satu topik utama adalah percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter nasional yang saat ini masih mengalami kekurangan signifikan.

“Macam-macam ya, jadi kan sebenarnya diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” ungkap Prasetyo.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti kualitas perguruan tinggi nasional, baik dari sisi sumber daya dosen, sarana dan prasarana, hingga beban operasional perguruan tinggi negeri. Pemerintah tengah mengkaji skema agar universitas dapat berkembang dan berdaya saing tanpa membebani mahasiswa secara finansial.

Menurut Prasetyo, upaya tersebut sejalan dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas dan terjangkau.

“Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” kata dia.

Prasetyo menambahkan, pertemuan Presiden dengan para rektor dan guru besar digelar secara tertutup. Hal ini lantaran banyak pembahasan teknis dan strategis yang perlu dibicarakan secara mendalam.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
62 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis