Menlu Sugiono Sebut ASEAN Harus Solid di Tengah Ketidakpastian Global

60 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAMenteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa ketahanan nasional Indonesia tidak bisa dilepaskan dari stabilitas kawasan Asia Tenggara. Dalam situasi geopolitik global yang semakin tidak pasti, ia menilai peran ASEAN justru menjadi semakin krusial.

“Ibu Bapak yang saya hormati, tentu saja, ketahanan nasional juga harus didukung oleh kawasan yang stabil dan dapat diprediksi. Inilah relevansi ASEAN menjadi semakin krusial,” ujar Sugiono, dikutip Holopis.com, Kamis (15/1).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Ia mengutip penegasan Presiden Prabowo Subianto bahwa di tengah ketidakpastian global saat ini, semakin kuat ASEAN, semakin terdengar pula peran kawasan tersebut.

Namun, Sugiono mengingatkan bahwa kekuatan ASEAN hanya dapat terwujud apabila kesatuan dan sentralitasnya terus dijaga bersama. Ia menyinggung dinamika ASEAN sepanjang tahun lalu, termasuk krisis antarnegara anggota, yang menurutnya menjadi pengingat bahwa perdamaian di Asia Tenggara tidak boleh diabaikan.

- Advertisement -

“ASEAN hanya akan kuat jika kesatuan dan sentralitas ASEAN terus dijaga dan diperjuangkan bersama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa momentum 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation tahun ini justru menunjukkan adanya pelemahan prinsip-prinsip dasar yang selama ini menjadi fondasi perdamaian kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia mengajak negara-negara ASEAN untuk kembali pada tujuan awal pembentukan kawasan.

“Karena itu, Indonesia mengajak dan menyeruhkan agar ASEAN kembali pada tujuan awal untuk menjaga kawasan ini menjadi ruang damai, bebas dari unjuk kekuatan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyatnya,” ujar Sugiono.

Ia mengakui bahwa di luar kawasan Asia Tenggara, logika hard power semakin menguat. Namun, menurutnya, ASEAN memiliki tradisi, aturan, dan kebijaksanaan yang harus tetap dijunjung bersama sebagai pembeda kawasan.

Sugiono kemudian menegaskan pandangan Indonesia bahwa ASEAN merupakan mekanisme kolektif yang efektif untuk mengelola perbedaan dan mencegah rivalitas berkembang menjadi konfrontasi terbuka.

“Inilah mengapa kemudian Indonesia melihat ASEAN sebagai mekanisme kolektif yang efektif untuk mengelola perbedaan dan mencegah rivalitas berubah menjadi konfrontasi,” katanya.

Untuk memperkuat sentralitas ASEAN, Sugiono menilai pentingnya menegaskan kembali relevansi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Kerangka tersebut dipandang sebagai upaya pengelolaan kawasan yang inklusif, dengan ASEAN tetap memegang kendali atas arah dan tata kelola regionalnya sendiri.

Ia juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk bersinergi erat dengan Filipina sebagai ketua ASEAN berikutnya. Kerja sama itu mencakup kesinambungan agenda kawasan, termasuk penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan yang sejalan dengan UNCLOS.

Terkait situasi di Myanmar, Sugiono menegaskan sikap konsisten Indonesia dalam mendorong penyelesaian yang berkelanjutan dan legitimate.

“Kita menyadari bahwa perkembangan situasi termasuk pelaksanaan pemilu di Myanmar menuntut pendekatan yang beyond business as usual,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa solusi instan justru berisiko memperdalam fragmentasi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
60 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis