Menlu Sugiono : Diplomasi Indonesia Berangkat dari Kewajiban Melindungi Rakyat

49 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono membuka pernyataan pers tahunan 2026 dengan menegaskan kembali peran negara dalam melindungi rakyat, terutama di tengah bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Menurutnya, di saat-saat seperti inilah makna diplomasi Indonesia menjadi paling relevan dan mendasar.

“Saya ingin memulai pernyataan pers tahun 2026 ini dengan menyampaikan kembali duka cita kami yang mendalam atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta beberapa tempat lainnya,” ujar Sugiono, dikutip Holopis.com, Kamis (15/1).

- Advertisement -

Ia menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan Kementerian Luar Negeri kepada seluruh korban terdampak, seraya menyatakan keyakinannya bahwa proses rekonstruksi dan rehabilitasi yang berjalan akan membawa kondisi masyarakat ke arah yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berada di garis depan penanganan bencana. Ia menilai kerja para petugas, relawan, dan pemangku kepentingan menunjukkan kehadiran negara di tengah situasi darurat.

- Advertisement -

“Kepada seluruh pihak yang berada di garis depan penanganan bencana, kami ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas segala upaya yang telah saudara-saudara lakukan,” ucapnya.

Sugiono menekankan bahwa peristiwa bencana kembali mengingatkan satu prinsip utama, yakni tugas negara adalah melindungi rakyatnya dalam situasi apa pun dan di mana pun. Dalam konteks tersebut, diplomasi tidak hanya dimaknai sebagai hubungan antarnegara, tetapi sebagai instrumen negara untuk memastikan keselamatan dan perlindungan warga negara.

Ia kemudian menyinggung prinsip kebijakan luar negeri yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto, yakni foreign policy begins at home. Prinsip ini disebut sebagai fondasi arah diplomasi Indonesia.

“Diplomasi harus berangkat dari kebutuhan rakyat, dari kepentingan nasional, dan dari kewajiban negara untuk hadir dan melindungi,” kata Sugiono.

Tak hanya itu, Sugiono juga menegaskan bahwa diplomasi Indonesia akan terus diarahkan untuk menjawab tantangan global yang kian kompleks, tanpa melupakan tanggung jawab utama negara kepada rakyatnya.

“Diplomasi adalah instrumen negara untuk memastikan rakyat aman, sejahtera, dan terlindungi di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
49 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru