Dikenal Bersejarah, Tempat Ini Ternyata Simpan Tragedi Kelam
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Dark Tourism atau wisata gelap dikenal sebagai destinasi yang memiliki peristiwa tragis di masa lalu. Bahkan beberapa diantaranya pernah terjadi pembantaian, sisa perang dan berbagai jenis peristiwa kejam lainnya.
Meski memiliki kisah yang gelap, nyatanya dark tourism memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga, menjadikan berbagai wisata menarik perhatian pelancong yang kemudian berbondong-bondong mengunjunginya. Berikut daftar wisata dark tourism yang bisa Sobat Holopis Ketahui :
Rowo Bayu, Banyuangi
Meski dinilai memiliki pemandangan yang indah dan menenangkan, wisata air Rowo Bayu memiliki kisah kelam yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang.
Pada zaman penjajahan, Rowo Bayu menjadi salah satu tempat peristiwa Puputan Bayu atau yang dikenal sebagai perang antara Rakyat Banyuwangi melawan Belanda.
Saat peristiwa tersebut berlangsung, Rowo Bayu menjadi saksi bisu yang menyaksikan betapa sadisnya peperangan kala itu. Bahkan saat itu puluhan ribu warga lokal gugur dalam pertempuran.
Lawang Sewu, Semarang
Meski dikenal memiliki keindahan dalam segi arsitektur dan menarik wisatawan karena bentuk bangunan yang estetik, ternyata Lawang Sewu memiliki kisah suram dibelakangnya.
Bangunan tua ini menjadi saksi bisu pada peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang yang dimulai sejak 15 Oktober hingga 20 Oktober 1945. Pada saat itu para pemudah dan Tentara Keamanan Rakyat ( TKR) berjuang melawan pasukan Jepang yang engga menerima kemerdekaan Indonesia.
Kala itu, Lawang Sewu menjadi saksi pengorbanan rakyat Indonesia yang mengalami pembantaian yang dilakukan oleh tentara Jepang. Bahkan, hingga kini makan para pasukan Indonesia yang berjuang kala itu masih ada di dalamnya.
Toko Merah, Jakarta
Meski saat ini toko merah telah beralih fungsi menjadi Kafe yang dikenal estetik bagi sebagai orang, nyatanya bangunan tersebut menjadi saksi bisa betapa kejamnya orang-orang Belanda pada zaman penjajahan dulu.
Saat tahun 1740 di Jakarta terjadi peristiwa Geger Pecinan yang membantai puluhan ribu warga keturunan Tiongkok di Batavia. Kala itu, Toko Merah menjadi saksi bisu bagaimana kejamnya pasukan Belanda menghabisi keturunan Tiongkok di Batavia.