Talenta Indonesia di Google AS Soroti Arah AI Global yang Berpusat pada Manusia

24 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) secara global, talenta Indonesia mulai mengambil peran strategis dalam pengambilan keputusan teknologi dunia.

Salah satunya adalah Juan Anugraha Djuwadi, Product Manager di Google Amerika Serikat, yang terlibat langsung dalam pengembangan dan arah inovasi AI agar tetap relevan, berdampak luas, serta berorientasi pada kebutuhan manusia.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Dalam pantauan Holopis.com, melalui webinar bertajuk “AI Streamline Your Business: Build Internal Apps with AI” yang diselenggarakan pada hari Rabu (14/1), Juan memaparkan pandangannya mengenai masa depan AI, tantangan adopsi lintas negara, serta prinsip membangun produk berskala global.

Diskusi tersebut menjadi referensi penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem digital di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik.

- Advertisement -

Juan menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tidak selalu menjadi faktor utama bagi pengguna.

“Pengguna tidak peduli seberapa canggih teknologi di belakang layar. Mereka peduli apakah solusi itu berguna dan menyelesaikan masalah nyata,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi fondasi dalam pengembangan produk Google yang digunakan miliaran orang dengan latar budaya dan literasi digital yang beragam.

Alumnus Columbia University ini juga menekankan dua filosofi kunci dalam pengembangan produk, yakni less is more dan the details matter. Dalam skala besar, menurutnya, kesalahan kecil bisa berdampak luas.

“Ketika satu persen pengguna mengalami kesulitan, itu berarti jutaan orang. Di sinilah detail menjadi isu strategis, bukan sekadar teknis,” kata Juan.

Pandangan tersebut dinilai relevan bagi pemerintah dan BUMN yang mengembangkan sistem digital nasional, termasuk layanan publik berbasis AI.

Dalam konteks pengambilan keputusan, Juan memandang data dan intuisi sebagai dua elemen yang saling melengkapi. Ia menyebut data berfungsi untuk optimasi, sementara intuisi melahirkan terobosan.

“Data memvalidasi masa kini, intuisi mendefinisikan masa depan,” ujarnya. Pendekatan ini dianggap penting agar regulator dan enterprise tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga visioner.

Isu kepercayaan turut menjadi sorotan dalam penerapan AI lintas pasar. Juan menilai solusi AI harus dibangun dengan pemahaman konteks lokal.

“Inovasi tidak bisa dipaksakan seragam. Ia harus relevan dengan budaya dan ekspektasi pengguna,” katanya, merujuk pada pendekatan kolaboratif tim global dan lokal di Google.

Melihat Indonesia, Juan menilai pasar domestik memiliki potensi besar meski masih dalam tahap transisi. Ia memprediksi perhatian terhadap privasi data, etika AI, dan akuntabilitas sistem akan meningkat.

Dengan pengalaman di perusahaan global seperti Niantic, Activision, dan Electronic Arts, Juan menegaskan bahwa talenta Indonesia memiliki posisi strategis dalam membentuk arah AI yang berdampak dan manusiawi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
24 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis