HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang pemberdayaan perempuan dan kewirausahaan dengan Pemerintah Pakistan.
Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari, di Karachi, Pakistan, Sabtu (10/1/2026).
Fokus utama pertermuan ini adalah mendorong partisipasi perempuan dalam memperkuat ekonomi kedua negara melalui kebijakan perdagangan yang inklusif.
Wamendag Roro Esti mengungkapkan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dalam program pengembangan keterampilan dan peningkatan kapasitas bagi pengusaha perempuan.
“Kami berharap kerja sama pemberdayaan perempuan ini dapat segera terwujud. Melalui kebijakan perdagangan inklusif, kami optimistis kaum perempuan akan mendapatkan akses pasar dan peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Wamendag Roro, sebagaimana yang dikutip Holopis.com dalam keterangan pers, Minggu (12/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut juga Wamendag memaparkan data krusial mengenai struktur ekonomi Indonesia. Hingga tahun 2025, tercatat Indonesia memiliki 65,5 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menariknya, sebesar 64,5 persen dari jumlah tersebut dikelola oleh perempuan.
Sektor UMKM sendiri memegang peranan vital bagi stabilitas nasional dengan kontribusi mencapai 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan RI terus konsisten mendorong keterlibatan perempuan dalam proses perumusan kebijakan perdagangan.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya ekosistem perdagangan lintas negara yang lebih ramah bagi pelaku usaha perempuan di masa depan.


