HOLOPIS.COM, JAKARTA – Banyak pengguna Instagram dilaporkan menerima email permintaan reset kata sandi secara berulang dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait dugaan kebocoran data pengguna.
Perusahaan keamanan siber Malwarebytes sebelumnya melaporkan adanya dugaan kebocoran data yang diduga mengungkap informasi sensitif milik sekitar 17,5 juta pengguna Instagram. Data tersebut disebut mencakup nama pengguna, alamat, nomor telepon, alamat email, serta informasi pribadi lainnya.
Seperti yang dikutip Holopis.com dari Techcrunh, Senin (12/1/2026), Instagram membantah adanya peretasan sistem. Dalam pernyataan resminya, Instagram menegaskan bahwa akun pengguna tetap aman dan tidak terjadi kebocoran data.
“Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak eksternal mengirim permintaan email reset kata sandi ke sejumlah pengguna. Tidak ada kebocoran sistem dan akun Instagram tetap aman,” tulis Instagram.
Malwarebytes menyebutkan bahwa data yang diklaim bocor tersebut tersedia untuk dijual di darkweb dan berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber. Temuan itu diperoleh dari pemantauan rutin Malwarebytes terhadap aktivitas di dark web.
Menurut Malwarebytes, dugaan kebocoran ini kemungkinan terkait dengan insiden paparan API Instagram pada 2024. Akibatnya, sejumlah pengguna menerima banyak email permintaan reset kata sandi dari Instagram.
Malwarebytes juga memperingatkan bahwa informasi yang bocor berpotensi digunakan untuk serangan siber yang lebih berbahaya, seperti phishing atau pengambilalihan akun.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Instagram melalui akun resminya di platform X menyatakan bahwa pengguna dapat mengabaikan email reset kata sandi yang tidak diminta dan menegaskan kembali bahwa sistem mereka telah diamankan.


