HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia meluncurkan strategi unik untuk memulihkan wilayah terdampak bencana di Sumatera melalui pendekatan ekonomi kreatif. Bukan sekadar bantuan logistik, para pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini disiapkan untuk menjadi subjek inovasi melalui berbagai program pelatihan kreatif.
Keputusan ini lahir dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta.
“Kami hadir supaya ekonomi kreatif di daerah terdampak dapat kembali bangkit. Intervensi yang kami lakukan bukan hanya jangka pendek, tapi transisi pemulihan yang berkelanjutan,” tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.
Alih-alih hanya fokus pada pembangunan fisik, Kementerian Ekraf akan menerjunkan serangkaian program “trauma healing” berbasis produktivitas. Program tersebut meliputi pelatihan kreasi batik, residensi kreatif, hingga workshop memasak bersama master chef.
Bagi anak-anak di pengungsian, disiapkan workshop melukis untuk memulihkan kondisi psikologis mereka. Tak hanya itu, pemerintah juga menyasar sektor kriya melalui akselerasi sulam dan anyam (Kriyasi) serta workshop desain kemasan bagi pegiat UMKM lokal yang terdampak.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada “kemiskinan baru” yang muncul akibat hilangnya mata pencaharian warga. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan urgensi program ini, dengan 242.174 jiwa masih bertahan di pengungsian dan lebih dari 175.126 rumah mengalami kerusakan.
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menambahkan bahwa sinergi ini juga melibatkan lembaga filantropi dan organisasi kemanusiaan untuk memetakan aset yang tersisa. “Recovery dan rekonstruksi dimulai dengan langkah pemberdayaan agar masyarakat tetap produktif secara penghasilan maupun kreativitas,” ujarnya.
Rapat strategis ini turut dihadiri oleh jajaran kabinet lainnya, termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, yang berkomitmen menyatukan langkah dalam peta jalan pemulihan ekosistem ekonomi di Sumatera.

