JFW 2027 Siap Bawa Wastra Indonesia Menembus Paris dan Riyadh

29 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan dukungannya untuk Jakarta Fashion Week (JFW) 2027, menempatkan festival ini bukan hanya sebagai panggung peragaan, melainkan sebagai mesin akselerasi yang membawa identitas Indonesia ke pusat gravitasi mode dunia.

Pertemuan antara Menteri Teuku Riefky Harsya dan Chairwoman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, bukan sekadar seremonial, melainkan deklarasi untuk menjadikan mode sebagai garda depan ekonomi kreatif nasional.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Bagi Teuku Riefky, setiap helai kain yang melenggang di catwalk JFW harus memiliki resonansi ekonomi yang nyata. “Esensi festival fesyen terletak pada dampaknya bagi desainer lokal dan perluasan jejak di pasar ekspor,” ungkapnya.

Untuk mendukung ambisi ini, Kementerian Ekraf mengandalkan program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK). Program ini dirancang sebagai ‘booster’ agar subsektor fesyen tidak hanya jago kandang, tetapi siap naik kelas dan bersaing secara kompetitif di pasar global melalui kurasi strategis yang dijalankan bersama JFW.

- Advertisement -

Svida Alisjahbana membawa narasi bahwa wastra adalah ‘hulu’ dari seluruh industri mode Indonesia. Namun, ia menyadari bahwa nilai historis saja tidak cukup untuk menembus rumah mode dunia. Wastra membutuhkan sentuhan kurasi, renovasi teknis, dan strategi pemasaran yang relevan dengan selera internasional.

“Mengangkat wastra ke pasar global adalah sebuah tantangan transformatif,” ujar Svida. Melalui JFW, para desainer disaring secara ketat, hanya mereka yang memiliki kapasitas produksi mumpuni dan koleksi yang ‘berbicara’ secara global yang akan didorong untuk mengundang decak kagum para international buyer.

Ambisi JFW 2027 menembus batas benua dengan statusnya sebagai mitra resmi Tranoi Paris dan Riyadh Fashion Week. Ini bukan sekadar partisipasi, melainkan kesempatan bagi Indonesia untuk memiliki ‘rumah’ atau paviliun khusus di tengah episentrum mode tersebut.

Kolaborasi dengan Kementerian Ekraf akan difokuskan pada skenografi dan desain interior paviliun yang mampu mencuri perhatian dunia. Bersamaan dengan itu, investasi jangka panjang pada sumber daya manusia terus digulirkan melalui Jakarta Fashion Force Academy, sebuah inkubator untuk melahirkan desainer yang memiliki insting bisnis global tanpa kehilangan jati diri nusantara.

Capaian JFW 2026 dengan 619 publikasi internasional menjadi bukti bahwa mata dunia mulai tertuju pada Indonesia. Ke depan, semangat kolaborasi akan diperluas dengan menggandeng Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat jaring-jaring sponsor dan jaringan global.

Tujuannya yaitu menjadikan Jakarta sebagai barometer fesyen Asia Tenggara. Dengan dukungan regulasi dan penetrasi pasar yang agresif, impian melihat wastra Indonesia bersanding dengan jenama legendaris dunia kini sedang dalam proses penjahitan yang presisi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
29 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis