Rahasia Kegagalan Bagnaia di MotoGP 2025 Akhirnya Terungkap

41 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Musim MotoGP 2025 menjadi periode sulit bagi Francesco Bagnaia. Pebalap Ducati yang akrab disapa Pecco itu gagal bersaing dalam perebutan gelar juara dunia dan justru harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir, jauh dari ekspektasi.

Alih-alih terlibat duel sengit dengan Marc Marquez, Bagnaia justru kesulitan tampil konsisten sepanjang musim.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Dari total balapan, ia bahkan tercatat delapan kali gagal meraih poin dalam 10 seri terakhir, sebuah catatan yang jarang terjadi dalam kariernya di kelas premier. Bagnaia akhirnya mengungkap faktor utama di balik keterpurukannya.

Ia mengaku kehilangan satu kemampuan penting yang selama ini menjadi senjatanya, yakni pengereman saat memasuki tikungan dengan sudut kemiringan besar.

- Advertisement -

“Pengereman (di lintasan) lurus hampir sama (seperti musim 2024). Tapi perbedaan terbesar adalah, saat memasuki tikungan, (sebelumnya) saya punya kesempatan buat menghentikan motor dengan sudut kemiringan. Dan itulah yang saya rindukan sepanjang musim (kemarin),” ungkap Bagnaia, dikutip Holopis.com dari Crash, Minggu (11/1/2026).

Masalah tersebut berdampak besar dalam situasi balapan. Ketika memasuki tikungan, Bagnaia kerap kehilangan waktu dan menjadi sasaran empuk pebalap lain untuk menyalip.

Ia menjelaskan, kondisi semakin rumit saat harus membuntuti pebalap di depannya. Aliran udara dari motor lawan justru menyulitkan proses pengereman.

“Saat Anda mengikuti pebalap lain, aliran udara di belakang pebalap tersebut tidak membantu Anda menghentikan motor. Dan (kemudian) jika Anda tidak mampu berhenti dengan sudut kemiringan yang tepat, Anda akan celaka, jadi itulah masalah saya,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, Bagnaia menyebut performanya di MotoGP 2024 jauh lebih solid.

“Tahun (2024) lalu saya bisa mengerem dengan sudut kemiringan yang lebih besar. Saya bisa mengendalikan selip dengan baik dan mampu mengerahkan banyak tenaga di bagian akhir untuk mengurangi kecepatan. Semua hal yang biasanya saya lakukan itu tidak bisa dilakukan musim (2025) ini,” tambahnya.

Meski sempat meraih dua kemenangan sprint dan dua kemenangan grand prix, inkonsistensi membuat Bagnaia kehilangan banyak poin penting dan gagal bersaing di papan atas MotoGP 2025.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
41 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis