HOLOPIS.COM, JAKARTA – Inovasi pembelajaran digital mulai memberi warna baru di ruang kelas. Papan Interaktif Digital (PID), yang menjadi bagian dari program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kini mulai dioptimalkan di sekolah.
Salah satu penerapannya terlihat dalam pembelajaran Kimia kelas XI di SMA Negeri 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemanfaatan teknologi tersebut menunjukkan bagaimana digitalisasi pendidikan tidak hanya memperkaya metode belajar, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi siswa untuk menata masa depan mereka.
Dari ruang kelas di Sleman, teknologi menjadi jembatan antara pemahaman sains, pembentukan karakter, dan cita-cita generasi muda.
Suasana kelas yang penuh antusias itu dibagikan oleh Yuli Nestiyarum, guru Kimia SMA Negeri 1 Seyegan, melalui akun Instagram pribadinya. Ia memperlihatkan bagaimana siswa kelas XI F1 mengikuti pertemuan pertama Kimia dengan model pembelajaran tiga tahap berbasis teknologi.
“Tahap pertama adalah peninjauan ulang atau review materi konfigurasi elektron. Pada tahap ini, murid secara kolaboratif mengisi konfigurasi elektron menggunakan aturan subkulit dengan memanfaatkan fitur Lab Maya di Ruang Murid pada Rumah Pendidikan,” tulis Yuli dalam unggahannya seperti dikutip oleh Holopis.com, Minggu (10/1).
Setelah memahami konsep dasar, siswa kemudian masuk ke tahap kedua yang mengaitkan sains dengan isu global.
“Tahap kedua, murid diajak mengenal berbagai perubahan iklim global, salah satunya adalah pemanasan global atau global warming. Materi ini diambil dari gim edukasi pada Ruang Murid di Rumah Pendidikan,” lanjutnya.
Menurut Yuli, pendekatan tersebut membuat pelajaran Kimia tidak terasa abstrak.
“Harapannya, mereka akan lebih peduli terhadap kelestarian alam demi kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Tahap ketiga menjadi momen yang paling personal bagi para siswa. Dengan menggunakan Papan Interaktif Digital, mereka diminta menuliskan refleksi diri dengan tema “Aku Ingin Menjadi…”.
“Tahap ketiga adalah refleksi. Semua murid merefleksikan diri dengan tema ‘Aku Ingin Menjadi…’ langsung di Papan Interaktif Digital.” Jelas Yuli.
Ia menilai refleksi tersebut mampu menumbuhkan motivasi belajar.
“Refleksi ini mendorong murid untuk mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-cita mereka,” tutup Yuli.
Melalui pemanfaatan PID, pembelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Seyegan kini tidak hanya berfokus pada angka dan rumus, tetapi juga pada bagaimana ilmu pengetahuan dapat membentuk cara berpikir, kepedulian, dan arah masa depan siswa.



