HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) resmi meluncurkan aplikasi Travoy versi terbaru menjelang Ramadhan dan musim mudik Lebaran. Aplikasi ini hadir dengan pembaruan besar, mulai dari pemantauan lalu lintas real time melalui ribuan CCTV, manajemen rest area, hingga pengembangan transaksi tol nirsentuh berbasis RFID.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyebut pembaruan Travoy dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital saat melakukan perjalanan jauh.
Salah satu peningkatan paling signifikan adalah integrasi penuh dengan lebih dari 3.500 CCTV pemantau yang tersebar di ruas tol Jasa Marga. Melalui fitur ini, pengguna dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung sebelum dan selama perjalanan.
Selain itu, aplikasi Travoy kini dilengkapi rest area management system, yang memungkinkan pengendara mengetahui kondisi rest area terdekat, termasuk tingkat kepadatan, sehingga dapat merencanakan waktu istirahat dengan lebih nyaman.
“Kenapa kita tingkatkan menjelang Lebaran nanti? Kita harapkan masyarakat bisa menggunakan aplikasi Travoy ini yang diterapkan di seluruh ruas, dan adanya migrasi, mau tidak mau permintaan terhadap perkembangan teknologi ini terus kita lakukan,” kata Rivan saat acara Travoy Fest, Sabtu (10/1/2025).
Transaksi Tol Nirsentuh Berbasis RFID
Jasa Marga juga tengah mematangkan fitur Travoy Go, layanan transaksi tol tanpa sentuh berbasis RFID. Saat ini, pengembangan sistem tersebut didukung oleh rencana pendanaan dari tiga bank besar, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BCA.
“Sekarang ini kan terhadap penggunaan Travoy Go kan masih hanya satu source of fund-nya saja. Kami sudah bertemu dengan dua Himbara terbesar dan satu bank swasta yang melakukan development,” ujar Rivan.
Ke depan, Jasa Marga juga akan menambah jumlah gerbang tol RFID. Seluruh transaksi akan tercatat otomatis di aplikasi Travoy, sehingga pengguna tidak lagi memerlukan struk atau resi fisik.
Fitur Tambahan Travoy
Tak berhenti di situ, Jasa Marga juga menyiapkan berbagai fitur pendukung lain, seperti SPBU Finder, Virtual Assistant, Blackspot Info, Route Finder, hingga reservasi SPKLU untuk kendaraan listrik.
“Dengan demikian traffic seluruh perjalanan bisa diketahui dan masyarakat bisa menggunakan ruas jalan tol ini dengan aman dan selamat sampai tujuan,” jelas Rivan.
Jasa Marga mencatat, aplikasi Travoy versi lama telah diunduh 800 ribu kali. Menjelang Nataru 2025/2026, jumlah pengguna meningkat menjadi 1,2 juta. Fitur yang paling sering digunakan adalah informasi jalan, kondisi lalu lintas, dan layanan derek.
“Travoy ini kami remajakan, artinya dengan logo yang baru, dengan fitur yang sangat lengkap,” tutup Rivan.



