HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pasukan Pertahanan Israel mengklaim telah menewaskan dua anggota senior Hamas dalam serangan udara yang dilancarkan pada Kamis (8/1). Klaim tersebut disampaikan pada Jumat (9/1), di tengah laporan otoritas kesehatan Gaza yang mencatat 14 warga Palestina tewas dalam 24 jam terakhir.
“Salah satu korban tewas adalah Kamal Abd al-Rahman Muhammad Awad, yang menjabat sebagai kepala unit rudal anti-tank Hamas,” demikian disampaikan Pasukan Pertahanan Israel, dikutip Holopis.com, Minggu (11/1).
Militer Israel juga menyebut kematian tokoh lain dalam serangan tersebut.
“Ahmad Thabet, yang berperan penting di departemen produksi senjata Hamas, turut tewas dalam operasi ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Menurut Pasukan Pertahanan Israel, serangan udara dilakukan sebagai respons atas peluncuran roket yang gagal dari wilayah Gaza.
“Roket tersebut seharusnya diarahkan ke sebuah kawasan di Gaza City, tempat pasukan Israel tengah beroperasi,” kata pernyataan militer.
Sementara itu, kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengonfirmasi kematian seorang warga sipul bernama Kamal Awad dengan keterangan berbeda.
Pasukan Pertahanan Israel juga mengklaim telah menyerang sebuah kompleks komando dan kendali di Gaza utara. Mereka mengatakan empat militan tewas setelah lokasi tersebut diserang. Kompleks itu digunakan untuk menyimpan senjata dan merencanakan serangan,” ujar pernyataan tersebut.
Hingga kini, Hamas belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim jatuhnya korban jiwa. Namun, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menilai serangan Israel melanggar kesepakatan yang ada.
“Serangan-serangan ini membuktikan bahwa pendudukan Israel telah mengabaikan komitmennya terhadap gencatan senjata,” kata Hazem Qassem.
Di sisi lain, otoritas kesehatan Gaza melaporkan dampak serangan Israel dalam sehari terakhir.
“Sebanyak 14 warga Palestina tewas, termasuk lima anak-anak, dan 17 orang lainnya mengalami luka-luka,” demikian disampaikan pejabat kesehatan setempat.
Pihak berwenang di Gaza juga menyebut sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau berada di wilayah yang belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat.
Sebagai informasi, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, otoritas kesehatan Gaza mencatat 439 orang tewas dan 1.223 lainnya terluka. Tim penyelamat juga telah menemukan 688 jenazah selama periode tersebut. Secara keseluruhan, sejak operasi militer Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, sedikitnya 71.409 warga Palestina tewas dan 171.304 orang mengalami luka-luka.



