Sambut Ramadan, Pemulihan Pendidikan dan Sosial Keagamaan di Sumatera Dipercepat

45 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah memfokuskan percepatan pemulihan sektor pendidikan dan sosial-keagamaan menjelang bulan suci Ramadan, menyusul bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Upaya ini mencakup perbaikan sarana sekolah dan rumah ibadah di daerah terdampak bencana.

Fokus tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat menggelar koordinasi awal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

- Advertisement -

Selain sektor pendidikan dan sosial-keagamaan, pemerintah juga mendorong pemulihan ekonomi dari sisi pasokan dan permintaan. Langkah yang ditempuh antara lain melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, serta penyaluran bantuan sosial guna menjaga daya beli dan likuiditas masyarakat di wilayah terdampak.

“Koordinasi awal ini difokuskan pada percepatan pendataan sebagai dasar perencanaan pemulihan lintas sektor. Prioritas penanganan mencakup pemulihan infrastruktur, pembangunan hunian masyarakat terdampak, pemulihan ekonomi lokal, serta pemulihan pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial keagamaan,” ujar Pratikno dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Sabtu (10/1/2026).

- Advertisement -

Berdasarkan pemantauan pemerintah, kondisi wilayah terdampak bencana saat ini masih bervariasi. Sejumlah kabupaten masih berada pada tahap tanggap darurat, sementara sebagian besar daerah lainnya telah memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.

Perbedaan kondisi tersebut menuntut penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan di masing-masing wilayah.

Selain fokus pada pemulihan jangka pendek, pemerintah menegaskan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi diarahkan untuk membangun daerah yang lebih tangguh terhadap bencana di masa mendatang.


“Kita tidak hanya memulihkan, tetapi membangun daerah menjadi lebih baik dan lebih tangguh,” kata Pratikno.

Dalam kerangka kebijakan, pemerintah juga menyiapkan penguatan tata kelola penanganan bencana melalui pembagian peran yang lebih jelas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetap difokuskan pada penguatan fase tanggap darurat, sementara satuan tugas (Satgas) diarahkan untuk memimpin fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat, Satgas didorong memiliki data tunggal berbasis dashboard yang presisi dan terintegrasi. Pemulihan sektoral turut menjadi perhatian penting, khususnya pada layanan kesehatan, guna mencegah potensi munculnya penyakit menular pascabanjir di wilayah terdampak.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
45 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru