HOLOPIS.COM, JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa kerja keras di sektor pertanian tak selalu tampil rapi dan “glowing”, tetapi hasilnya nyata bagi kedaulatan pangan nasional.
Pernyataan itu disampaikannya menanggapi candaan Presiden Prabowo Subianto terkait warna kulit dirinya dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menggelap karena sering terpapar matahari.
“Pak Prabowo sempat berkelakar soal warna kulit saya dan Pak Mentan yang gelap karena sering terpapar matahari. Saya tertawa lepas karena itu memang fakta,” kata Sudaryono dalam unggahan Instagram pribadinya, dikutip Holopis.com, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, warna kulit yang menghitam bukan sekadar persoalan fisik, melainkan simbol keterlibatan langsung para pemimpin di lapangan.
“Warna kulit ini bukan sekadar tampilan fisik, tapi penanda kami bekerja langsung di bawah terik,” ujarnya.
Sudaryono menyebut, Presiden Prabowo bahkan menjadikan dirinya dan Menteri Pertanian sebagai contoh nyata bahwa latar belakang keluarga petani bukan penghalang untuk berkiprah di pemerintahan.
“Beliau menunjuk kami sebagai contoh hidup anak seorang petani bisa memegang jabatan di republik ini. Ini pesan bagi siapa saja yang masih memandang sebelah mata profesi petani,” tegasnya.
Lebih jauh, Sudaryono menekankan bahwa urusan pangan nasional tidak bisa diserahkan kepada pihak yang hanya memahami teori.
“Urusan pangan negara memang harus dipegang mereka yang mengerti bau tanah dan paham rasanya menunggu musim panen dengan cemas,” katanya.
Ia juga menyinggung keberhasilan sektor pertanian di Karawang yang mampu menjawab keraguan banyak pihak.
“Di Karawang, kita mematahkan omongan miring orang-orang yang dulu pesimis. Target swasembada pangan yang sempat diragukan banyak pihak, akhirnya tuntas terjawab,” ujar Sudaryono.
Capaian tersebut, lanjutnya, tercermin dari kondisi stok beras nasional yang kini melimpah. “Stok beras melimpah dan kita berdiri di kaki sendiri tanpa perlu mengemis impor dari negara lain,” katanya.
Sudaryono menegaskan, fokus utama pemerintah bukan soal citra, melainkan kesejahteraan petani dan masa depan generasi bangsa.
“Kami tidak masalah kulit makin hitam atau dianggap tidak glowing, asalkan target pangan tercapai dan petani sejahtera,” ujarnya.
Ia menutup dengan optimisme bahwa kerja keras di sektor pertanian baru saja dimulai. Ia meyakini pemerintah di sektor pertanian sejauh ini sudah berada di jalur yang benar.
“Kerja keras ini baru permulaan untuk memastikan kejayaan pertanian kita bertahan lama. Jalannya sudah benar. Semangat!” pungkas Sudaryono.

