Kamera Jebak Rekam 4 Harimau Sumatera, Bukti Hutan Masih Sehat

37 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Kamera jebak yang dipasang petugas berhasil merekam empat individu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), menjadi bukti kuat bahwa ekosistem hutan di kawasan tersebut masih terjaga dengan baik.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai TNBT, Hendra Koswandi, mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pemantauan terus dilakukan.

- Advertisement -

“Untuk sementara ya, terekam empat, pengambilan masih dilanjutkan. Artinya masih ada ya (harimau sumatera),” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, data tersebut diperoleh dari kegiatan monitoring periode September hingga Desember 2025 melalui pemasangan kamera jebak di wilayah Suo-Suo.

- Advertisement -

Dalam kegiatan itu, petugas TNBT bersama mitra konservasi memasang 40 kamera yang tersebar di 20 titik strategis.

Setiap titik pemantauan mencakup area seluas 2×2 kilometer persegi atau sekitar 400 hektare, sehingga mampu memberikan gambaran kondisi satwa liar di lanskap hutan yang luas.

Tak hanya harimau sumatera, kamera jebak juga merekam 32 jenis satwa liar, termasuk 13 satwa yang dilindungi undang-undang. Beberapa di antaranya adalah tapir, gajah sumatera, beruang madu, rusa, kancil, trenggiling, dan binturong.

“Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada (terekam), babi juga selalu terlihat,” kata Hendra.

Menurutnya, keberadaan satwa-satwa kunci tersebut menjadi indikator penting bahwa ekosistem di Taman Nasional Bukit Tigapuluh masih berfungsi dengan baik.

Namun demikian, ancaman perambahan hutan dan perburuan liar masih menjadi tantangan serius.

“Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya di desa penyangga, untuk ikut menjaga kawasan konservasi seluas 144.223 hektare yang membentang di wilayah Jambi dan Riau.

Kolaborasi antara petugas, masyarakat, dan mitra dinilai penting demi menjaga kelangsungan hidup satwa langka di habitat alaminya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
37 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru