VIRAL: Takut Disunat, Remaja 15 Tahun di Bekasi ‘Dijemput’ Petugas Damkar

28 Shares

HOLOPIS.COM, BEKASI – Aksi unik kembali ditunjukkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi. Bukan untuk memadamkan api atau mengevakuasi sarang tawon, kali ini petugas Damkar harus turun tangan untuk membujuk seorang remaja berusia 15 tahun yang enggan disunat lantaran takut.

Peristiwa yang terekam dalam sebuah unggahan video di media sosial ini lantas menjadi viral. Pasalnya, proses “evakuasi” remaja tersebut dilakukan dengan pendekatan persuasif layaknya menangani situasi darurat, bahkan sang remaja akhirnya bersedia diantar ke tempat sunat menggunakan mobil pemadam kebakaran.

- Advertisement -

Kejadian bermula pada Senin (5/1/2026), ketika pihak keluarga di Kampung Pekopen, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, merasa kebingungan. Sang anak, yang diketahui bernama Farid (15), terus menolak untuk menjalani proses khitan karena rasa takut yang berlebihan.

Lantaran segala upaya bujuk rayu keluarga tidak membuahkan hasil, orang tua Farid akhirnya berinisiatif menghubungi petugas Damkar Kabupaten Bekasi untuk meminta bantuan.

- Advertisement -

“Orang tuanya sudah kebingungan. Usianya sekitar 15 tahun, tapi belum mau disunat. Akhirnya keluarga meminta bantuan ke tim kami untuk membantu membujuk,” ujar Komandan Regu 1 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Musa Rosadih, Sela1sa (6/1/2026).

Saat petugas tiba di lokasi dengan seragam lengkap, situasi sempat menjadi dramatis. Farid yang melihat kedatangan petugas justru semakin ketakutan dan sempat melarikan diri hingga bersembunyi di rumah tetangganya.

Alih-alih memaksa, tim rescue Damkar menggunakan pendekatan humanis untuk menenangkan Farid. Petugas mengajak berdialog dan memberikan pengertian secara perlahan hingga akhirnya remaja tersebut luluh.

Sebagai bentuk dukungan moral, petugas menawarkan Farid untuk menaiki mobil operasional pemadam kebakaran menuju lokasi sunat di wilayah Kecamatan Sukawangi. Strategi ini terbukti ampuh; Farid akhirnya bersedia dievakuasi dan dibawa ke mantri sunat.

“Begitu kami datang, anaknya sempat kabur. Kami tunggu sampai dia kembali, lalu kami dekati secara perlahan. Alhamdulillah, setelah dibujuk akhirnya mau. Proses sunatnya sudah selesai dan kondisinya baik,” tambah Musa.

Unggahan mengenai aksi petugas Damkar ini pun menuai beragam komentar positif dari netizen. Banyak yang memuji kesabaran petugas Damkar yang kini fungsinya semakin meluas dalam melayani masyarakat (multi-tasking).

“Sebenenrnya Damkar tu apa, semua bisa dikerjain” tulis salah satu netizen @bryan.feb di kolom komentar unggahan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton ribuan kali dan dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial sebagai pengingat akan sisi humanis petugas pelayanan publik di Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
28 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis