HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meta Platforms resmi menunda peluncuran internasional kacamata pintar Ray-Ban Display ke sejumlah negara besar, termasuk Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada. Penundaan ini dipicu oleh permintaan pasar yang sangat tinggi serta keterbatasan kapasitas produksi.
Keputusan tersebut diumumkan Meta dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Senin (5/1/2026). Dalam kesempatan itu, Meta menyampaikan bahwa perusahaan belum menetapkan jadwal baru untuk ekspansi global produk tersebut yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada awal 2026.
“Kami akan memprioritaskan pemenuhan pesanan di Amerika Serikat sambil meninjau kembali strategi pasokan global,” ujar Meta, Dikutip Holopis.com dari Engadget, Rabu (7/1/2026).
Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik, Ray-Ban Display tergolong sulit diperoleh. Produk ini tidak dijual secara daring dan hanya tersedia di sejumlah gerai ritel terbatas di Amerika Serikat, seperti toko Ray-Ban, Sunglass Hut, LensCrafters, serta beberapa gerai Best Buy tertentu.
Tak hanya itu, calon pembeli juga wajib membuat janji terlebih dahulu untuk mengikuti sesi demonstrasi sebelum dapat membeli perangkat tersebut. Tingginya minat konsumen bahkan membuat jadwal demo di banyak lokasi terisi penuh hingga beberapa pekan ke depan.
Meski sempat muncul harapan bahwa ketersediaan produk akan meningkat seiring waktu, penundaan ekspansi ini menegaskan bahwa ketimpangan antara permintaan dan kapasitas produksi masih menjadi tantangan besar bagi Meta.
Dibanderol sekitar 799 dolar AS, Ray-Ban Display menjadi kacamata pintar pertama Meta yang dibekali layar heads-up display. Perangkat ini juga dilengkapi kamera, speaker stereo, enam mikrofon, konektivitas WiFi 6, serta Neural Band yang memungkinkan pelacakan gerakan jari.
Dengan antusiasme pasar yang tinggi, Ray-Ban Display digadang-gadang menjadi salah satu wearable paling diminati di awal era komputasi berbasis AI dan augmented reality.

