HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahan sementara Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barrel minyak mentah berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat. Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya.
Trump menyebut minyak tersebut akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dibawa langsung ke pelabuhan bongkar muat di Amerika Serikat. Ia memperkirakan nilai minyak tersebut mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,4 triliun.
“Minyak Venezuela tersebut akan dijual sesuai harga pasar,” demikian disampaikan Donald Trump, dikutip Holopis.com, Rabu (7/1).
Selain itu, dana hasil penjualan menurut Donald Trump akan berada di bawah kendali dirinya secara langsung. Ia juga mengatakan telah meminta Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk menjalankan rencana tersebut.
Langkah ini disampaikan tidak lama setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas. Sejak peristiwa tersebut, Trump secara terbuka menyampaikan ketertarikannya terhadap cadangan minyak Venezuela.
Trump bahkan mengklaim perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat dapat mulai kembali beroperasi di Venezuela dalam waktu 18 bulan ke depan. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer lanjutan apabila pemerintahan sementara Venezuela tidak bersedia bekerja sama.
Saat ini, hanya satu perusahaan minyak multinasional asal Amerika Serikat yang masih beroperasi di Venezuela, yakni Chevron. Dua perusahaan besar lainnya, Exxon Mobil dan ConocoPhillips, telah hengkang setelah industri minyak Venezuela dinasionalisasi pada era Presiden Hugo Chavez.
Venezuela sendiri diketahui memiliki cadangan minyak berat terbesar di dunia, melampaui negara-negara lain seperti Kanada dan Rusia.

