HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona hijau. Meski sempat bergerak fluktuatif dan turun ke zona merah, IHSG akhirnya kembali menguat hingga bertahan di level 8.900-an pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026).
Mengutip data RTI, IHSG pada akhir perdagangan tercatat naik 11,20 poin ke level 8.944,81 atau menguat 0,13 persen. Sejak pembukaan, IHSG bergerak dinamis dengan dibuka di level 8.959,09, mencatatkan level tertinggi di 8.970,86 dan terendah di 8.916,02.
Aktivitas perdagangan saham terbilang ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 70,51 miliar saham dengan nilai transaksi (turnover) sebesar Rp 36,82 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 4.576.312 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 344 saham menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham stagnan.
Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia menunjukkan kinerja yang bervariasi. Hang Seng Index tercatat melemah 0,94 persen, Nikkei turun 0,99 persen, sedangkan Shanghai Composite Index justru menguat tipis sebesar 0,05 persen.
Sebagaimana diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi kinerja positif pasar saham nasional di sepanjang tahun 2026. Ia meyakini IHSG berpotensi melanjutkan tren positif dan bahkan menyentuh level psikologis baru di angka 10.000 poin.
Optimisme itu, menurut Purbaya, sudah mulai tercermin sejak hari pertama perdagangan 2026. Pada perdagangan perdana Jumat (2/1/2026), IHSG tercatat menguat ke level 8.700 menjelang penutupan sesi I.
“Kan tadi (IHSG) naik, memang itu ada optimisme di pasar bahwa (ekonomi) kita akan membaik ke depan,” ujar Purbaya usai menghadiri pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, dikutip Holopis.com, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan bahwa penguatan IHSG di awal tahun menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Kalau saya lihat fondasi ekonominya yang sudah ada membaik sekarang. Tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sudah maksimum,” ungkapnya.
Purbaya menegaskan, keyakinannya terhadap target IHSG 10.000 poin didukung oleh sinergi kebijakan yang semakin solid antara pemerintah, bank sentral, dan BEI. Menurutnya, kebijakan yang dirancang dan dijalankan dalam setahun terakhir akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga menilai efektivitas kebijakan tersebut mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif sekaligus memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia di tengah tantangan dan dinamika ekonomi global.

