Begini Tips Cegah Baby Blues Setelah Melahirkan
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Baby blues merupakan kondisi gangguan suasana hati sementara yang umum dialami oleh banyak ibu baru setelah melahirkan. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah marah, serta perubahan emosi drastis karena faktor hormon, stress, serta kelelahan.
Dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI, baby blues umumnya terjadi pada 2-5 hari setelah ibu melahirkan, dan biasanya berlangsung selama 2 minggu. Beberapa ciri yang menandakan seseorang mengalami baby blues seperti mudah tersinggung, sering menangis, mudah merasa cemas, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, tidak nafsu makan, hingga muncul perasaan tidak saya kepada bayi.
Baby blues tidak muncul begitu saja, melainkan dari beberapa faktor seperti perubahan hormon, kelelahan, sulit beradaptasi dengan peran sebagai ibu baru, kurang dukungan dari orang terdekat, serta riwayat pernah mengalami gangguan mental.
Mengutip laman Hello Sehat Kementerian Kesehatan RI, sekitar 70-80 persen ibu baru di dunia berjuang melawan baby blues setelah melahirkan. Meski kondisi ini merupakan hal yang lumrah, namun dapat berdampak serius jika tidak segera mengatasinya.
Oleh karena itu, penting bagi calon ibu yang akan melahirkan untuk mengetahui cara mencegah terjadinya baby blues pasca melahirkan. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan.
Bicarakan Kekhawatiran yang Dirasa
Jika ibu memiliki kekhawatiran, bicarakan secara jujur kepada dokter setiap melakukan pemeriksaan rutin. Oleh karena itu, selalu tepati janji konsultasi prenatal agar ibu mendapatkan penangan yang tepat dari dokter atau tenaga ahli kesehatan.
Selain ke dokter, ibu juga dapat meluapkan perasaan khawatir kepada suami sebagai calon ayah yang ada di dalam kandungan. Hal ini wajib dilakukan sebab ibu dan ayah merupakan orang tua dari bayi, sehingga apa yang dialami atau dirasakan perlu diketahui dan dicari jalan keluarnya bersama.
Lepas Stress
Sisihkan waktu untuk diri sendiri secara rutin selama masa kehamilan atau setelah melahirkan. Ibu dapat meluangkan waktu untuk ‘me time’ atau bersantai dan melakukan kegiatan positif lainnya seperti meditasi, latihan pernapasan dalam, mempercantik diri di salon, atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Hal ini membantu ibu merasa lebih rileks dan menyadari bahwa semuanya baik-baik saja, dan ibu tidak sendirian. Aktivitas ini membantu ibu menyadari bahwa menjadi orang tua adalah pengalaman unik bagi setiap ibu.
Tidurlah ketika Bayi Tidur
Banyak ibu kehilangan banyak waktu tidur setelah melahirkan karena mengurus bayi. Padahal, waktu tidur juga berpengaruh pada tingkat stress atau kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, gunakan waktu tidur sebaik mungkin terlebih ketika bayi sedang tertidur pulas.
Sehingga, ibu memiliki tenaga yang cukup untuk mengurus bayi ketika ia terbangun. Jangan sungkan juga untuk meminta bantuan kepada anggota keluarga atau orang terdekat untuk membantu mengurus pekerjaan rumah jika ibu merasa kelelahan.
Perbanyak Asupan Omega-3
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) dapat menekan risiko kelahiran prematur dan mencegah baby blues pada ibu baru. Oleh karena itu, cukupi konsumsi omega-3 selama masa kehamilan dengan mengkonsumsi ikan beromega-3 tinggi atau suplemen minyak ikan berkualitas tinggi.
Sempatkan Berolahraga
Sebuah studi menunjukkan bahwa ibu yang rajin berolahraga baik sebelum maupun setelah melahirkan cenderung memiliki perasaan yang lebih baik secara emosional serta lebih mudah bersosialisasi dibanding mereka yang tidak berolahraga.
Oleh karena itu, pastikan ibu rajin berolahraga agar dapat membantu proses persalinan berjalan dengan lancar serta mencegah baby blues pasca melahirkan. Tidak perlu yang berat, ibu dapat memulai dari olahraga ringan seperti berjalan santai, naik dan turun tangga, atau olahraga ringan melalui pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel.