HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir terjadi di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dan berdampak ke ribuan warga setempat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, banjir merendam 10 desa yang berada di 3 kecamatan di wilayah tersebut pada Minggu (4/1).
“Adapun kecamatan terdampak yakni Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, dan Kecamatan Sebuku,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (7/1).
Bencana banjir tersebut menyebabkan setidaknya sebanyak 4.461 jiwa terdampak peristiwa tersebut.
“Meski terdampak, tidak ada warga yang mengungsi dikarenakan rumah warga yang didesain rumah panggung sehingga air tidak masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
“Sementara warga juga telah menyiapkan sampan atau perahu untuk kendaraan saat banjir,” sambungnya.
Bencana banjir itu dikatakan Abdul, menyebabkan kerugian materiil mencakup 9 unit sekolah terendam, 9 fasilitas kesehatan terdampak, dan 2 unit fasilitas ibadah terdampak. Dimana hingga saat ini banjir dilaporkan belum surut.
Sementara itu, Abdul mengungkapkan bahwa hingga satu pekan ke depan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.
“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang di seluruh wilayah Tanah Air,” ucapnya.
Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menyikapi prakiraan cuaca tersebut yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi basah.
“Pemerintah daerah khususnya BPBD diimbau untuk secara rutin memantau kondisi wilayahnya, khususnya area yang memiliki risiko bencana tinggi,” imbaunya.


