Trump Bidik Kolombia Usai Maduro Tumbang, Gustavo Petro Siap Angkat Senjata


Oleh : Dani Yoga

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membidik Presiden Kolombia Gustavo Petro jadi target selanjutnya usai menggulingkan Nicolas Maduro di Venezuela. Trump dan Petro pun saling balas omongan.

Dengan intensitas perang kata-kata yang meningkat, ketegangan Trump vs Petro makin terlihat. Apalagi pasukan AS beberapa hari lalu menyerang Venezuela untuk menggulingkan Maduro dari rezim kekuasaan.

Trump berbicara kepada wartawan di Air Force One bahwa siap mengancam Kolombia. Dia menyebut Kolombia juga sangat sakit dan "dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.

"Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya dalam waktu lama," kata Trump dikutip dari The Guardian, pada Selasa, (6/1/2026).

Lantas, disinggung soal intervensi militer serupa dengan Venezuela akan terjadi di Kolombia, Trump beri jawaban. “Kedengarannya bagus bagi saya,” kata Trump.

 

Presiden AS Donald Trump bicara kepada wartawan di Air Force One. (Foto: Jim Watson/Getty Images).

 

Meski Kolombia adalah produsen kokain terbesar di dunia, tak ada bukti bahwa Presiden Gustavo Petro terlibat. Adapun Petro terpilih dalam pemilu di Kolombia pada 2022.

Negara ini sudah menjadi mitra dekat AS dalam memerangi perdagangan narkoba. Kolombia juga menikmati dukungan bipartisan dengan Washington.
Tapi, hubungan memburuk secara dramatis sejak Trump menjabat.

Perdagangan narkotika di Kolombia sebagian besar dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal seperti Klan Teluk. Selain itu, ada kelompok lain yang berperan yakni Tentara Pembebasan Nasional (ELN), dan faksi-faksi pembangkang dari kelompok gerilya Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang sebagian besar anggotanya telah demobilisasi setelah kesepakatan damai pada 2016.

Sementara, Petro, mantan gerilyawan sayap kiri yang telah demobilisasi pada 1990-an membalas omongan Trump. Petro menolak tuduhan Trump dengan melempar sindiran keras.

“Saya bukan anak haram dan saya bukan pengedar narkoba," ujar Petro dalam unggahan di akun X.

Dia menyindir Trump yang bicara tanpa pengetahuan. “Trump berbicara tanpa pengetahuan. Berhentilah memfitnah saya,” kata Petro.

Petro memperingatkan jika Trump berani menyerang dan menahan dirinya, maka rakyat Kolombia tak akan tinggal diam.

“Jika mereka [AS] membom, para petani akan menjadi ribuan gerilyawan di pegunungan,” kata Petro.

“Dan jika mereka menahan presiden yang dicintai dan dihormati oleh sebagian besar rakyat, mereka akan melepaskan ‘jaguar’ rakyat,” tutur Petro memperingatkan.

Petro menghabiskan sebagian masa mudanya sebagai anggota kelompok gerilya sayap kiri M-19. Setelah demobilisasi, ia berpartisipasi dalam penyusunan konstitusi baru pada 1991. Lalu, dia menjadi anggota parlemen yang dihormati.

Petro pernah menjabat sebagai Wali Kota Bogota sebelum terpilih sebagai presiden. “Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi. Tetapi demi tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi,” katanya.

Tampilan Utama