Tompi Bakal Boyong Tim Dokter Bantu Korban Bencana Sumatera

41 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penanganan bencana di Sumatera dinilai tidak cukup jika hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan logistik. Musisi sekaligus dokter, dr Tompi menegaskan pentingnya penanganan medis lanjutan, termasuk perawatan luka fisik dan kesehatan mental para korban bencana.

Menurut dr Tompi, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian mulai terpenuhi. Namun, tantangan berikutnya justru berada pada aspek medis dan distribusi bantuan.

- Advertisement -

“Nah sekarang kan kalau di lapangan sekarang dari segi makanan mungkin pakaian di tahap awal udah mulai ada. Cuma memang di lokal pun masalahnya, masalah distribusi kayaknya,” ujar dr Tompi usai bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Ia menyebut, sejauh ini pihaknya bersama para relawan telah mengirimkan sejumlah bantuan yang bersifat fungsional dan dibutuhkan dalam jangka menengah, seperti pompa air.

- Advertisement -

“Yang kita udah listing tuh dan udah terkirim beberapa ke sana itu pompa air, dan ke depannya sesuatu yang sifatnya lebih berat kali ya. Karena kalau makanan dan lain-lain kayaknya udah mulai banyak,” katanya.

Melihat masih banyaknya korban yang mengalami luka fisik akibat bencana, dr Tompi mengungkapkan rencana pengiriman tim dokter lintas spesialis ke wilayah terdampak. Tim tersebut diharapkan dapat menangani berbagai kondisi medis yang muncul pascabencana.

“Saya sama teman-teman dokter juga ada rencana kita pengen ngirim tim dokter juga ke sana. Jadi nanti saya mau ngajak teman-teman dokter kulit, ngajak teman-teman dokter bedah plastik untuk bantu yang luka-luka, yang penyakit kulit,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia menilai keterlibatan dokter ortopedi dan bedah umum juga menjadi kebutuhan mendesak, mengingat banyak korban yang mengalami cedera serius.

“Rasanya teman-teman ortopedi atau bedah umum juga harus dilibatin. Pasti banyak korban patah tulang dan lain-lain yang karena korban dari banjir itu sendiri gitu kan,” lanjut dr Tompi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengiriman tim medis tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa tanpa persiapan matang. Koordinasi dan ketersediaan fasilitas menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar efektif saat tiba di lokasi.

“Ini kita lagi tumis dulu, karena kan jangan berangkat sampai sana barangnya gak ada, segala macem gak ada. Jadi harus bareng-bareng,” ujarnya.

dr Tompi berharap upaya kemanusiaan ini dapat melibatkan lebih banyak pihak dan menjadi gerakan bersama lintas daerah, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan nasional.

“Pengennya tadi malah idenya keren ya, misalnya teman-teman Persatuan dari Indonesia Timur juga bisa ikutan. Ini kan bisa menegelang rasa persodaran juga,” katanya.

Ia kembali menekankan bahwa peran masyarakat dan relawan menjadi pelengkap dari upaya pemerintah dalam penanganan bencana. “Pemerintah mengerjakan prosesnya, ya kita juga bisa membantu dengan cara kita masing-masing,” tutup dr Tompi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
41 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru