HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengonfirmasi bahwa kediamannya di Negara Bagian Ohio menjadi sasaran serangan pada Senin (5/1). Vance memastikan dirinya tidak berada di rumah saat insiden tersebut terjadi karena telah kembali ke Washington, DC.
“Sejauh yang saya ketahui, seorang individu tidak waras berupaya menerobos masuk dengan memecahkan jendela. Saya berterima kasih kepada Dinas Rahasia AS dan Kepolisian Cincinnati atas respons cepatnya. Kami bahkan tidak berada di rumah karena kami telah kembali ke DC,” tulis JD Vance melalui akun media sosial X, dikutip Holopis.com, Selasa (6/1).
Dinas Rahasia Amerika Serikat menahan seorang pria tak lama setelah tengah malam waktu setempat. Media lokal melaporkan, tersangka telah diidentifikasi sebagai William DeFoor (26), yang langsung diamankan oleh aparat penegak hukum di lokasi kejadian.
Insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang menargetkan tokoh politik Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Situasi tersebut memicu kekhawatiran serius terkait keamanan pejabat publik di tengah meningkatnya ketegangan politik.
Pada September 2025, aktivis politik Charlie Kirk (31) dilaporkan tewas saat menyampaikan pidato di Utah Valley University. Beberapa bulan sebelumnya, pada Juni 2025, dua anggota legislatif negara bagian Minnesota ditembak, dengan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
Selain itu, pada April 2025, kediaman Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro juga menjadi sasaran serangan pembakaran. Rangkaian kejadian ini memperlihatkan tren kekerasan yang kian mengancam keselamatan para pemimpin dan figur politik di Amerika Serikat.

