HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Pencapaian tersebut disebut melampaui target awal yang semula dirancang untuk diraih dalam kurun waktu empat tahun.
Prabowo menegaskan, target swasembada beras itu berhasil dicapai hanya dalam satu tahun sejak dirinya dilantik sebagai Kepala Negara.
“Alhamdulillah, 31 Desember 2025 waktu 24.00 WIB, kita telah resmi mengatakan di tahun 2025 Republik Indonesia swasembada beras,” kata Prabowo saat memberikan Taklimat Retret di Hambalang, Bogor, dikutip Holopis.com, Selasa (6/1/2025).
Selain swasembada, Prabowo juga mengklaim cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Ia menyebut stok beras yang tersimpan di seluruh gudang pemerintah telah melampaui rekor sebelumnya.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” tambah Prabowo.
Menurutnya, capaian tersebut bahkan melampaui rekor cadangan beras tertinggi pada era Presiden ke-2 RI Soeharto, yang kala itu mencapai sekitar 2 juta ton.
Ke depan, Prabowo menegaskan bahwa strategi ketahanan pangan nasional tidak hanya akan berfokus pada beras, tetapi juga mencakup berbagai sumber karbohidrat lainnya serta pangan berbasis protein. Ia menilai tidak ada negara yang benar-benar sejahtera jika masih bergantung pada impor pangan dari negara lain.
Di tengah meningkatnya konflik geopolitik global, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai strategi utama menjaga stabilitas dan kemakmuran bangsa.
“Sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kambodia, dan Vietnam. Sekarang Thailand sama Kambodia perang terus. Dalam keadaan seperti itu, amankah kita tergantung import dari negara yang konflik,” tanya Prabowo.
Ia juga mengingatkan pengalaman selama pandemi Covid-19, ketika aktivitas ekspor dan impor, termasuk pangan, sempat terhambat akibat pembatasan global.
“Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang. Dan import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri,” tutur Prabowo.
Dengan capaian swasembada beras dan stok cadangan yang melimpah, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kemandirian pangan nasional sebagai fondasi utama ketahanan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.


