HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI AU melalui Depo Pemeliharaan (Depohar) 40 terus menghadirkan inovasi teknologi yang salah satunya produksi Current Fluctuation Protection (CFP). CFP merupakan sistem proteksi outdoor yang dirancang khusus untuk melindungi peralatan elektronika dari lonjakan arus listrik akibat sambaran petir.
CFP merupakan karya mandiri Bengkel Elektronika Khusus Unit Mekanik Fabrikasi Sathar 41 Depohar 40, di bawah kepemimpinan Komandan Sathar 41 Mayor Lek Rizki Sabariman.
Menurut Dinas Penerangan (Dispen) TNI AU, inovasi CFP sebagai bukti nyata kemandirian satuan pemeliharaan TNI AU dalam menjawab tantangan alam dan teknologi.
Dispen TNI AU menjelaskan dengan memanfaatkan kemampuan personel serta fasilitas yang ada, Depohar 40 tak hanya menghasilkan alat proteksi yang fungsional.
“Namun, juga bernilai strategis dalam menjaga keandalan sistem elektronika pendukung tugas operasional TNI AU,” demikian keterangan yang dikutip dari laman resmi TNI AU, Senin, (5/1/2026).
Lebih lanjut, Dispen TNI AU menambahkan di bawah komando Komandan Depohar 40 Kolonel Lek Eko Purwanto, CFP sudah diaplikasikan secara nyata. Implementasi itu melalui pemasangan dan instalasi di empat titik satuan TNI AU.
“Pada tanggal 16–19 Desember 2025, instalasi dilaksanakan di Makoopsudnas dan Yon Parako 461, dilanjutkan pada tanggal 29–31 Desember 2025 di Wingdik 600 dan Depohar 60,” lanjut keterangan TNI AU.
Kemudian, Dispen TNI AU menambahkan proses pemasangan CFP diawali dengan pengukuran awal nilai grounding untuk mengetahui kondisi sistem proteksi eksisting. Tahapan itu jadi krusial untuk menentukan langkah teknis selanjutnya.
Dengan demikian, sistem yang dibangun benar-benar optimal dan sesuai standar keselamatan kelistrikan.
“Selanjutnya, tim melaksanakan penambahan bar tembaga serta pembuatan sumur grounding sebagai jalur pembuangan arus berlebih ke tanah,” demikian tambahan pernyataan TNI AU.
Dispen TNI AU menyampaikan pemasangan tiang penangkal petir CFP dilakukan secara bertahap dan presisi.
“Dilanjutkan dengan pengukuran akhir nilai grounding untuk memastikan seluruh instalasi berfungsi secara maksimal dan aman,” ujar Dispen TNI AU.

