Menhub Soroti Bencana Sumatera Saat Hadiri Penutupan Posko Nataru 2025/2026

58 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) RI secara resmi menutup posko angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru 2025/2026. Penutupan dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub RI), Dudy Purwagandi.

Dalam kesempatan itu, Dudy menyebut posko Nataru kali ini sangat berbeda karena diwarnai bencana alam yang melanda Pulau Sumatera. Inilah yang menjadi tantangan sendiri dalam memastikan layanan Nataru berjalan dengan baik sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Libur Nataru tahun ini dapat kita katakan sebagai Nataru yang tidak biasa. Di satu sisi kita melayani mobilitas masyarakat dalam skala nasional, namun di sisi lain kita juga dihadapkan pada berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah,” kata Menhub Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada hari ini, Senin (5/1).

Menhub turut mengantisipasi tim dan stakeholders yang terlibat untuk memastikan angkutan Nataru berjalan maksimal. Di sisi lain, juga dukungan kemanusiaan tetap diberikan kepada korban-korban bencana yang membutuhkah perhatian pemerintah.

- Advertisement -

“Kita menjalankan tugas pelayanan transportasi rutin, melayani operasional angkutan Nataru dan pada saat yang sama kita juga terlibat langsung dalam dukungan penanganan bencana, segera setelah kejadian sampai masa-masa pemulihan yang panjang. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui kerja nyata dan pelayanan yang maksimal seluruh jajaran menjadi sangat penting dan bermakna bagi masyarakat,” katanya.

Di luar itu, Menhub memaparkan sejumlah catatan penting untuk perbaikan ke depan. Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi catatan mulai dari kesiapan sarana dan prasarana transportasi, terutama moda kereta api, bus, penyeberangan, angkutan laut, dan angkutan udara, perlu dipastikan sejak awal. Aspek jumlah armada dan kondisi teknis menjadi perhatian utama yang tidak boleh diabaikan.

“Penguatan manajemen operasional dan pengaturan kapasitas juga dinilai krusial. Terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara harus dikelola lebih baik untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang yang mungkin terjadi,” sebutnya.

Selain itu, aspek keselamatan tetap menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan dan operasional. Langkah-langkah yang disorot meliputi inspeksi teknis, pengendalian operasional yang ketat, serta disiplin tinggi terhadap standar keselamatan yang berlaku.

Demikian pula terkait optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital juga ditekankan. Sistem ini berperan vital dalam mendukung pengambilan keputusan lintas sektor agar respons terhadap setiap situasi dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Menutup pernyataannya, Menhub Dudy Purwagandhi secara resmi mengakhiri masa operasional posko. “Dengan mengucapkan Alhamdulillah, posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” imbuhnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
58 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis