HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH) pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026), dengan penguatan sebesar 1,27 persen ke level 8.859.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.748 hingga 8.859. Bahkan, pada sesi pertama perdagangan, indeks saham sempat menyentuh level tertinggi intraday di angka 8.804, sebelum akhirnya semakin menguat hingga perdagangan saham ditutup.
Kinerja positif IHSG tercermin dari mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 470 saham menguat, 259 saham melemah, dan 229 saham lainnya stagnan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 67,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,76 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3,9 juta kali transaksi hingga akhir sesi.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sektor utama. Sektor transportasi mencatatkan kenaikan sebesar 2,02 persen, sektor barang baku menguat 2,62 persen, serta sektor energi naik 2,31 persen.
Sementara itu, sektor teknologi masih mengalami tekanan dan bergerak di zona merah hingga sesi kedua perdagangan.
Di jajaran saham penguatan tertinggi (top gainers), PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) memimpin dengan lonjakan 34,96 persen. Disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang menguat 34,78 persen dan PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) yang naik 34,48 persen.
Sebaliknya, saham-saham yang masuk dalam daftar top losers antara lain PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) yang turun 15 persen, PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) melemah 14,97 persen, serta PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang terkoreksi 14,67 persen.

