HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir bandang melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, sejumlah warga dilaporkan hilang pasca bencana yang terjadi pada dini hari tadi.
“Sembilan orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (5/1).
Abdul menjelaskan setidaknya ada tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.
Insiden terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
“Material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga,” imbuhnya.
Abdul memastikan bahwa kondisi banjir telah surut dan tidak berlangsung lama. Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak terputus.
Selain sembilan orang meninggal dunia, Abdul mengatakan ada lima orang dalam pencarian, 17 orang mengalami luka-luka, dan 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara.
“Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang dilaporkan hilang. Adapun kendala yang dihadapi di lapangan untuk mobilisasi sumber daya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro,” jelasnya.
Abdul menambahkan bahwa lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut.
“Kerugian material lainnya masih dalam pendataan,” tutupnya.

