HOLOPIS.COM, DENPASAR – Pulau Bali kembali mengukuhkan posisinya di kancah pariwisata internasional dengan meraih gelar sebagai Destinasi Paling Romantis di Dunia (World’s Most Romantic Destination) tahun 2026 dalam ajang bergengsi World Travel Awards (WTA).
Kemenangan ini menandai keberhasilan Pulau Dewata mempertahankan gelar tersebut selama dua tahun berturut-turut. Dalam pengumuman resmi yang dilansir dari VN Express, Bali berhasil mengungguli delapan destinasi global lainnya, termasuk Paris yang selama ini identik dengan julukan “Kota Cinta”.
Keberhasilan ini didasarkan pada hasil pemungutan suara yang melibatkan para profesional di industri perjalanan serta masyarakat umum dari seluruh dunia. Penghargaan yang kerap dijuluki sebagai “Oscar industri perjalanan” ini menjadi bukti bahwa daya tarik Bali tidak meredup.
Para pemilih menilai Bali memiliki kombinasi unik antara pemandangan alam yang memukau, mulai dari pantai berlatar senja hingga panorama agraris dengan kekayaan budaya tradisional yang kental.
Selain keindahan fisik, keberadaan kuil-kuil kuno dan situs bersejarah memberikan nuansa spiritual dan eksotis yang sulit ditemukan di destinasi lain. Hal ini menjadikan Bali sebagai pilihan utama bagi wisatawan mancanegara untuk melakukan perjalanan bulan madu (honeymoon) hingga melangsungkan upacara pernikahan.
Pencapaian ini sejalan dengan data pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan tren positif pascapandemi Covid-19. Berdasarkan data tahun 2025, Bali telah menyambut sebanyak 6,9 juta kunjungan wisatawan internasional.
Pemerintah memproyeksikan angka tersebut akan terus bertambah hingga mencapai 7,05 juta kunjungan pada akhir tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan sebanyak 6,3 juta kedatangan turis asing.
World Travel Awards sendiri didirikan pada tahun 1993 untuk memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap keunggulan di seluruh sektor utama industri perjalanan, pariwisata, dan perhotelan di seluruh dunia. Pengakuan ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Bali dan Indonesia secara umum sebagai pemimpin pasar pariwisata global di masa mendatang.


