Siapa Nicolas Maduro dan Mengapa Presiden AS Donald Trump Menangkapnya?


Oleh : Darin Brenda Iskarina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Penyerangan Venezuela oleh Amerika Serikat telah mengejutkan komunitas internasional. Tak tanggung-tanggung, Presioden Venezuela ditangkap dan saat ini sudah berada di Amerika Serikat. Salah satu yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakt adalah siapakah sosok Nicolas Maduri, yang ditangkap oleh Donald Trump secara terang-terangan.

Nicolas Maduro merupakan Presiden Venezuela yang menjabat sejak 2013, menggantikan Hugo Chávez setelah wafatnya pemimpin revolusioner tersebut. Sosok yang memulai karier sebagai sopir bus ini naik ke lingkaran kekuasaan melalui loyalitasnya kepada Chávez, termasuk saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Venezuela sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden.

Selama lebih dari satu dekade memimpin, pemerintahan Maduro kerap dikritik sebagai otoriter. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2019 memperkirakan lebih dari 20 ribu warga Venezuela tewas akibat eksekusi di luar proses hukum.

Di bawah kepemimpinannya, lembaga-lembaga negara seperti peradilan disebut mengalami pelemahan, sementara supremasi hukum terus memburuk di tengah krisis ekonomi dan sosial yang berkepanjangan.

Hubungan Maduro dengan Amerika Serikat semakin memburuk sejak masa kepemimpinan Donald Trump. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump secara terbuka menyerukan penggulingan Maduro.

Ia menuduh Presiden Venezuela itu bertanggung jawab atas masuknya narkotika dan kelompok kriminal ke wilayah AS, serta menuding Caracas mengambil keuntungan dari sumber daya minyak yang disebut-sebut merugikan kepentingan Amerika. Tuduhan-tuduhan tersebut, menurut sejumlah analis dan pakar internasional, tidak disertai bukti yang kuat.

Amerika Membuat Venezuela Terkejut

Meski retorika antara Washington dan Caracas terus meningkat, penangkapan Maduro oleh pasukan AS terjadi secara tiba-tiba. Operasi militer yang berlangsung pada Sabtu itu dilaporkan membuat otoritas Venezuela terkejut, karena tidak ada tanda-tanda awal bahwa AS akan melakukan tindakan seagresif itu terhadap seorang kepala negara yang masih menjabat.

Menurut laporan media internasional, sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk warga sipil dan personel militer Venezuela. Angka itu dikutip dari pernyataan seorang pejabat senior Venezuela yang disampaikan kepada The New York Times.

Penangkapan Maduro menandai eskalasi paling tajam dalam konflik panjang antara Amerika Serikat dan Venezuela, sekaligus membuka babak baru ketidakpastian politik di negara Amerika Selatan tersebut.

Tampilan Utama