HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Bupati Garut Putri Karlina memberikan kritikan kepada keluarga besar dan kerabat Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Di mana konon anak dari Kades Panggalih, Wahyu melakukan tindakan intimidatif terhadap seorang pemuda karena mengunggah konten pembangunan di desanya.
Terkait dengan hal itu, Putri Karlina mengatakan bahwa dirinya sudah mengutus inspektorat untuk menerjunkan tim guna melakukan audit dana desa.
“Saya sudah telepon Pak Inspektur dari Inspektorat untuk segera datang ke desa (Panggalih -red) mengaudit seperti yang teman-teman minta,” kata Putri Karlina dalam sebuah video yang dilihat Holopis.com, Minggu (4/1/2026).
Ia menegaskan bahwa agenda audit dana desa tersebut tidak sama sekali untuk mencelakakan Kepala Desa Panggalih, justru ini adalah sarana yang paling tepat untuk menjawab apakah konten dari masyarakat tersebut sesuai atau justru karena sekadar kurang informasi saja.
“Bukan untuk mencelakakan kepala desa, tapi untuk memberikan informasi berimbang kalau memang misalnya desa itu ada pembangunan, dan dana desa berjalan sesuai dengan kebutuhan, maka harusnya pak Kades tidak perlu takut kalau akan diaudit,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia berharap Wahyu selaku Kepala Desa Panggalih tidak perlu khawatir dan takut dengan adanya audit tersebut, kalau memang ia tidak melakukan kesalahan. Bahkan ia pun akan memberikan penjelasan lengkap kepada masyarakat jika hasil audit tersebut sudah resmi keluar.
“Jadi nanti kalau inspektorat sudah ada hasilnya, akan saya coba jelaskan, kalau memang oke di desa itu ternyata ada pembangunan, atau oke di desa itu ternyata tidak ada pembangunan, atau oke manakah dana desanya berada,” sambung Putri Karlina.
Lebih lanjut, pemilik nama lengkap Luthfianisa Putri Karlina tersebut mengingatkan kepada para pejabat agar tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan oleh keluarga Kepala Desa Panggalih tersebut. Sebab ketika kasus semacam itu viral, semuanya akan repot.
Padahal baginya, kritik dari masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak. Sebab hal itu sudah menjadi konsekuensi seseorang yang menjadi pejabat negara.
“Tolong ini menjadi pelajaran. Mohon kepada kades yang lain atau siapa pun pejabat lainnya adalah sebuah konsekuensi yang harus kita terima bersama kalau kita dikritik,” tegas Putri Karlina.
Jika memang masyarakat menyampaikan kritikan dan aspirasinya, maka sayogyanya untuk direspons dengan positif dan menjadikannya sebagai yang lebih baik dalam kepemimpinannya.
“Atau kalau kita mendapatkan masukan yang kurang mengenakkan, harus legowo, terbuka dan mengakui kalau memang masih ada yang belum sempurna dari kepemimpinan kita,” tandasnya.
Sekali lagi, dokter gigi, pengusaha dan politikus Partai Gerindra pun meminta kepada siapa pun untuk tidak mengedepankan emosi dalam menyelesaikan masalah, seperti yang terjadi di Desa Panggalih tersebut.
“Tolong jangan selesaikan masalah dengan emosi, atau jangan malu ketika ada yang mengkontenkan, kalau kerja bener pasti nggak akan malu yang kayak itu, mungkin hari ini belum tapi besok akan ya kan kan gitu,” ucapnya.
Terakhir, ia justru menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah terus memberikan kritikan, masukan dan koreksi kepada pemerintah agar dapat dilakukan perbaikan.
Apalagi suara masyarakat sudah sering ia terima melalui berbagai platform, baik di media sosial dan sebagainya. Ia ingin menjadikan kritikan dan masukan tersebut sebagai bagian dari langkah baik bahwa masyarakat ikut peduli dan mengawal pembangunan di daerahnya.
“Untuk masyarakat, terima kasih sudah selalu memberikan masukan dalam bentuk apa pun. Biasanya sih dalam bentuk konten atau DM atau dalam kanal-kanal lainnya,” pungkasnya.
Respon Wakil Bupati Garut Putri Karlina Terhadap Dugaan INTIMIDASI KPD Warga oleh Diduga Kuat Keluarga Kepala Desa.
Terimah Kasih Teh Putri https://t.co/l45AHsh9RC pic.twitter.com/GwgDzlgiHc— ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ (@NenkMonica) January 3, 2026
Sebelumnya diberitakan, bahwa beredar sebuah vidio amatir yang diunggah oleh akun Facebook Holis Muhlisin (31) dan menjadi perbincangan hangat netizen. Vidio tersebut memperlihatkan aksi dugaan intimidasi terhadap seorang warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa ini diduga dipacu oleh keberanian warga tersebut dalam mempostingkan keluhan mengenai Desa yang hingga kini belum terealisasi dengan maksimal.
Dalam vidio yang beredar, terlihat seorang pemuda yang mengenakan kaos bermotif one piece-yang di ketahui merupakan anak dari kepala desa(kades) setempat bersama beberapa anggota keluarga lainnya, tampak memarahi warga tersebut dengan nada tinggi. Bahkan ada yang sampai main fisik dengan cara menendang dan mendorong.
Bukannya mendapatkan jawaban solutif terkait pengelolaan dana desa, warga tersebut justru mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Upaya warga untuk menyuarakan haknya sebagai masyarakat justru berjuang pada tindakan intimidasi oleh pihak keluarga oknum pejabat desa.

