Serunya Menyusuri Ruang Kreatif Braga hingga Cihapit Bandung

42 Shares

HOLOPIS.COM, BANDUNG Di tengah sisa kemeriahan kembang api tahun baru, kawasan ikonik Braga dan Pasar Cihapit di Bandung mendadak riuh. Bukan sekadar turis biasa yang melintas, melainkan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang sedang melakukan “sidak kreatif” untuk melihat bagaimana IP (Intellectual Property) lokal berpesta di awal tahun.

Alih-alih sekadar kunjungan formal, peninjauan ini menjadi potret bagaimana ruang publik di Bandung telah bertransformasi menjadi panggung raksasa bagi produk lokal. Salah satu sorotan utama adalah saat Menteri Teuku Riefky menyambangi Tahilalats Store. Siapa sangka, komik strip yang biasa kita geser di layar ponsel kini mewujud dalam bentuk ritel fisik yang menggemaskan.

- Advertisement -

“Ini adalah bukti nyata pemanfaatan IP lokal. Dari digital masuk ke ruang fisik, menciptakan interaksi yang lebih dalam dengan konsumen,” ujar Menteri Teuku Riefky. Baginya, Tahilalats adalah simbol sukses bagaimana sebuah ide bisa menjadi engine of growth baru jika dikelola dengan ekosistem yang tepat.

Di Braga Grey Art, suasana sedikit lebih serius namun tetap hangat. Sang Menteri berdialog dengan para pegiat lintas subsektor. Di sana, ia menegaskan peran kementeriannya bukan sebagai “bos”, melainkan sebagai akselerator dan enabler.

- Advertisement -

Puas di Braga, perjalanan berlanjut ke Pasar Cihapit. Jika dulu pasar identik dengan becek dan bau, Cihapit kini adalah etalase kurasi kreatif. Di sini, sang menteri meninjau bagaimana kuliner legendaris bersanding manis dengan brand modern.

Ada aroma Toko Kopi Pasar Cihapit yang menyeruak, renyahnya Batagor Kahuripan, hingga manisnya Cerita Manis. Namun, bukan hanya perut yang dimanjakan. Kehadiran jenama fesyen Damakara dan ruang ritel Grammars di dalam kawasan pasar membuktikan bahwa ekonomi kreatif tidak lagi tersekat dalam gedung mewah.

“Pasar kreatif ini adalah fondasi. Dari daerah, untuk bangsa. Inilah the new engine of growth kita,” pungkasnya optimis.

Kunjungan santai namun strategis ini turut didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Cecep Rukendi dan Kepala Disbudpar Jabar Iendra Sofyan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa di tahun 2026 ini, Bandung tetap memegang mahkota sebagai kota kreatif yang tak pernah berhenti berinovasi, bahkan di hari-hari libur sekalipun.

Bandung hari ini bukan sekadar kota kembang melainkan sebuah kota di mana setiap sudut jalanan dan lorong pasarnya memiliki nilai ekonomi yang sedang mendunia. Tentunya hal ini menjadi daya tarik bagi para pelancong yang ingin pelesir di dalam kota Bandung yang semakin ciamik dan nyaman.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
42 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru