HOLOPIS.COM, JAKARTA – BMW China resmi mengumumkan penyesuaian rekomendasi harga ritel pada lebih dari 30 model mobil utamanya mulai 1 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi persaingan yang semakin sengit di pasar otomotif China, terutama dari produsen kendaraan listrik lokal.
Dikutip Holopis.com dari CarNewsChina, Minggu (4/1/2026), penurunan harga tidak hanya menyasar model entry-level, tetapi juga mobil mewah unggulan BMW. Bahkan, sebagian besar model mengalami pemangkasan harga lebih dari 10 persen.
Salah satu penurunan paling mencolok terjadi pada sedan listrik premium BMW i7 M70L. Harga mobil ini dipangkas sebesar 301.000 yuan atau sekitar Rp718,8 juta, turun 16 persen dari sebelumnya 1,899 juta yuan menjadi 1,598 juta yuan.
Sementara itu, pemangkasan harga terbesar tercatat pada BMW iX1 eDrive25L. SUV listrik tersebut kini dibanderol 228.000 yuan, turun 24 persen dari harga awal 299.900 yuan. Penurunan ini membuat iX1 bersaing langsung dengan SUV listrik buatan produsen lokal China.
Tak hanya kendaraan listrik, sedan eksekutif BMW Seri 7 juga ikut terdampak. BMW 735Li kini dijual mulai 808.000 yuan, turun dari 919.000 yuan. Sedangkan BMW 740Li Advanced dipangkas dari 1,069 juta yuan menjadi 938.000 yuan.
BMW menyebut kebijakan ini sebagai “peningkatan nilai secara sistematis”, yang merupakan implementasi nyata strategi “In China, For China”. Tujuannya adalah meningkatkan aksesibilitas merek BMW dengan menurunkan hambatan harga.
Sebelum kebijakan ini diterapkan, hanya tiga model BMW yang dijual di bawah 300.000 yuan di China. Kini jumlah tersebut melonjak menjadi sepuluh model. Bahkan, BMW termurah saat ini, 225L M Sport, dibanderol mulai 208.000 yuan—harga yang setara dengan banyak SUV merek lokal.
Persaingan ketat dengan produsen otomotif China mendorong merek premium global seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk menjual mobil di bawah harga eceran yang direkomendasikan. Secara teori, langkah ini berpotensi membuat harga jual aktual di pasar menjadi lebih murah lagi.

