Yuk, Pahami Superflu H3N2 Subclade K yang Terdeteksi di Indonesia

45 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Istilah superflu belakangan ramai diperbincangkan publik setelah Kementerian Kesehatan mengonfirmasi keberadaan influenza A subclade K di Indonesia.

Berdasarkan data terkini, tercatat sedikitnya 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, sehingga memicu perhatian luas di awal tahun.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Pakar kesehatan Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa superflu bukan penyakit baru. Ia merupakan influenza akibat virus influenza A H3N2 subclade K yang telah ada sejak beberapa waktu lalu dan kini kembali mencuat seiring meningkatnya kasus di sejumlah negara.

“Superflu yang sekarang banyak dibicarakan sebenarnya adalah penyakit flu akibat virus influenza A H3N2 sub clade K, yang sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu,” katanya dalam keterangan pers yang diterima oleh Holopis.com, Jumat (2/1).

- Advertisement -

Fenomena ini memperlihatkan pola global influenza yang berulang, dengan varian lama yang kembali dominan akibat mutasi dan dinamika penyebaran lintas wilayah.

Bukan Virus Baru, Pernah Picu Lonjakan Global

Tjandra mengungkapkan, peningkatan kasus influenza H3N2 sebelumnya juga terjadi di Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat pada Oktober lalu.

Negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand pun sempat mengalami lonjakan serupa. Bahkan, dunia pernah menghadapi wabah flu besar pada 1968 yang disebabkan oleh influenza A H3N2, meski saat itu belum dikenal subclade K.

“Pernah ada peningkatan kasus flu dunia yang cukup besar di tahun 1968 yang juga akibat virus influenza A H3N2, walaupun waktu itu belum yang sub clade K,” katanya.

Mutasi dan Dominasi di Belahan Bumi Utara

Virus H3N2 subclade K disebut telah mengalami tujuh kali mutasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat virus ini menyebar cepat dan mendominasi sejumlah negara di belahan bumi utara sejak November 2025, seiring masuknya musim dingin.

Data Global Tunjukkan Lonjakan Kasus

Amerika Serikat melaporkan influenza berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi di 32 negara bagian per 30 Desember 2025. Angka perawatan pasien melonjak signifikan, disertai ribuan kematian selama musim flu, dengan H3N2 sebagai penyebab dominan.

Superflu dan Potensi Pandemi

Menurut Tjandra, superflu saat ini diperkirakan hanya memicu gelombang flu yang lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisinya belum mengarah pada pandemi.

Ada tiga faktor penentu perubahan status tersebut, yakni mutasi signifikan, peningkatan tajam tingkat penularan dan keparahan, serta penyebaran luas antarnegara.

Kondisi di Indonesia Masih Terkendali

Kementerian Kesehatan menilai situasi superflu di Indonesia masih dalam batas kendali. Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menyatakan surveilans menunjukkan influenza A(H3) memang menjadi varian dominan, namun tren kasus nasional justru menurun dalam dua bulan terakhir.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
45 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis