Jelang Pergantian Direksi, BEI Diminta Purbaya Bersih-bersih Saham Gorengan


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyoroti maraknya saham gorengan yang dinilai menjadi penghambat perkembangan pasar modal Indonesia. Purbaya pun menyampaikan permintaan khusus kepada direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) agar memiliki komitmen kuat membersihkan pasar saham dari praktik-praktik yang merugikan investor.

Purbaya menegaskan, direksi BEI ke depan harus memahami dinamika pasar sekaligus mampu mengembangkan basis investor ritel maupun institusi. Namun yang terpenting, menurutnya, adalah keberanian dan keseriusan untuk menindak pelaku saham gorengan.

“Mereka harus bisa mengerti pasar dan bisa mengembangkan based dari investor retail dan institusi di sini, dan yang paling penting adalah mereka harus punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” kata Purbaya di Jakarta, dikutip Holopis.com, Sabtu (3/1/2026).

Sorotan tersebut disampaikan di tengah masa transisi kepemimpinan BEI. Diketahui, masa jabatan direksi BEI periode 2022–2026 akan berakhir tahun ini. Pengumuman calon direksi baru untuk periode berikutnya biasanya dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekitar pertengahan tahun.

Purbaya juga menegaskan hingga kini pemerintah belum berencana memberikan insentif ke pasar modal, lantaran belum ada tindakan tegas terhadap pelaku saham gorengan. “Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang ditangkap,” ucap Purbaya.

Meski demikian, Purbaya membuka peluang pemberian insentif apabila BEI mampu memperbaiki kondisi pasar modal, khususnya dalam menekan praktik saham gorengan. Namun, ia mengaku belum dapat merinci bentuk insentif tersebut karena masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

“(Bentuk insentifnya) nanti didiskusikan karena mereka belum beres juga. Nanti kami lihat,” tutur Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan bahwa BEI sempat mengajukan permintaan insentif untuk mendukung ekosistem pasar modal kepada Kementerian Keuangan. Namun, permintaan itu belum dikabulkan lantaran masih maraknya saham gorengan di pasar.

Ia menilai, BEI perlu lebih dahulu membenahi perilaku investor dan mekanisme perdagangan agar praktik manipulatif dapat dikendalikan. Menurutnya, saham gorengan kerap menjadi sumber kerugian bagi investor kecil.

“Tadi Direktur Bursa juga minta insentif terus, yang belum tentu saya kasih. Jadi saya bilang, akan saya berikan insentif kalau Anda sudah merapikan perilaku investor di pasar modal. Artinya, yang goreng-gorengan dikendalikan sama dia lah,” ungkap Purbaya usai berdialog dengan otoritas pasar modal di BEI, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Tampilan Utama