1.647 IKM di Aceh Terdampak Bencana, Pemerintah Siapkan Program Restarting

49 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Industri kecil dan menengah (IKM) di Aceh menjadi sektor yang paling terdampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh pada akhir tahun 2025.

Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 1.647 IKM di Aceh tercatat mengalami dampak langsung akibat bencana tersebut.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat memimpin rapat perdana bersama jajarannya pada awal tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

“Dari hasil laporan yang kami himpun hingga 30 Desember 2025, dampak paling besar pada sektor IKM terjadi di Aceh dengan 1.647 industri terdampak, diikuti Sumatera Barat sebanyak 367 industri, dan Sumatera Utara sebanyak 52 industri,” ujar Menperin dalam siaran pers, dikutip Holopis.com, Sabtu (3/1/2026).

- Advertisement -

Selain itu, sektor industri agro, ILMATE, serta industri kimia, farmasi, dan tekstil juga turut terdampak oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan lebih dari 1.000 warga tersebut.

Besarnya dampak di Aceh tidak terlepas dari struktur industri di wilayah tersebut yang didominasi oleh industri kecil.

Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), Aceh tercatat memiliki 1.954 industri kecil, tujuh industri menengah, dan 46 industri besar.

Dengan jumlah tersebut, gangguan akibat bencana secara langsung memukul aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor industri skala kecil.

Menperin menjelaskan bahwa dampak bencana terhadap sektor industri tidak hanya berasal dari kerusakan fisik fasilitas produksi.

Gangguan rantai pasok dan logistik menjadi faktor utama yang menyebabkan banyak industri kecil terpaksa menghentikan sementara kegiatan produksinya.

Terputusnya akses jalan dan jembatan, terganggunya distribusi BBM, serta ketidakstabilan pasokan listrik dan air membuat industri pengolahan tidak dapat beroperasi secara normal.

“Bagi industri manufaktur yang bersifat just-in-time dan padat logistik, gangguan pasokan bahan baku selama beberapa hari saja sudah cukup untuk menghentikan lini produksi dan menimbulkan kehilangan output yang tidak kecil,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian Perindustrian menyiapkan program restarting industri kecil yang akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur.

Pada 2026, pemerintah akan melanjutkan pemetaan kebutuhan lanjutan, menetapkan industri kecil penerima bantuan, serta menyalurkan bantuan mesin dan peralatan guna memulihkan proses produksi.

Selain itu, bantuan teknis juga akan diberikan melalui optimalisasi kewirausahaan di daerah terdampak, pendampingan teknis lintas kementerian/lembaga, serta fasilitasi kemitraan untuk memperluas akses pasar bagi IKM.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap pemulihan industri kecil di Aceh tidak hanya mengembalikan kapasitas produksi yang hilang, tetapi juga memperkuat ketahanan usaha agar lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
49 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis