HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga dan Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025). Prabowo sempat berdialog dengan tenaga kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo berdialog dengan tenaga kesehatan dari prajurit TNI di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan.
Prabowo mendatangi posko kesehatan itu untuk memastikan pelayanan medis bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan. Prabowo ingin berjalan optimal dan berkesinambungan.
Kapten CKM drg. Alfian dari Kesdam I/Bukit Barisan menjelaskan tim medis sudah bertugas sejak awal bencana. Dia mengatakan sudah lebih dari 2.300 pasien mendapatkan layanan.
Kapten drg Alfian menceritakan ke Prabowo soal kasus penyakit terbanyak berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta infeksi kulit.
“Paling banyak yang kami tangani ISPA dan infeksi kulit,” kata drg. Alfian dalam keterangan Puspen Mabes TNI, Jumat (2/1/2026).
Sebelum ke Posko Kesehatan, Presiden Prabowo bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga di Batang Toru.
Kunjungan Prabowo ingin memperlihatkan komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan menyeluruh. Selain itu, Langkah pemerintah ingin menyentuh aspek infrastruktur vital dan layanan dasar masyarakat.
Di lokasi Sungai Garoga, Prabowo meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Bailey sepanjang 44 meter. Jembatan Bailey itu diproyeksikan sebagai penghubung strategis antarwilayah.
Jembatan itu dibangun oleh Batalyon Zeni Tempur 1/DD (Yonzipur) Kodam I/BB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan jembatan itu sebagai solusi cepat pengganti jembatan lama yang rusak akibat bencana.
Selain itu, jembatan bailey itu mampu menahan beban hingga 25 ton untuk mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik.
Dari keterangan Puspen Mabes TNI, kehadiran TNI juga sebagai salah satu garda terdepan dalam membantu masyarakat melalui dukungan pos kesehatan dan pembangunan infrastruktur darurat.
“Seiring dengan komitmen pemerintah mewujudkan pemulihan pascabencana yang terpadu melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan tenaga Kesehatan,” demikian keterangan Puspen TNI.

