HOLOPIS.COM, ACEH TAMIANG – Aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, perlahan kembali bergerak setelah banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sekitar satu bulan lalu.
Di tengah proses pemulihan, usaha kecil seperti warung kopi kembali menjadi denyut awal kebangkitan ekonomi warga.
Salah satunya adalah warung kopi dan mi milik Rina Riana, yang mulai kembali beroperasi sejak beberapa hari terakhir. Meski kondisi belum sepenuhnya pulih dan tempat usahanya baru saja direnovasi akibat terjangan banjir, Rina memilih untuk kembali membuka pintu rezeki dengan penuh rasa syukur.
“Alhamdulillah sudah pemulihan. Sudah lima hari (berjualan). Kalau normalnya sih belum ya karena kita kan bertahap setelah renovasi kemarin kena banjir,” kata Rina dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (2/1/2026).
Saat banjir melanda, tembok warung Rina jebol dan menyebabkan kerusakan cukup parah. Namun hal itu tak mematahkan semangatnya untuk bangkit dan kembali menata kehidupan melalui usaha yang telah ia rintis bertahun-tahun.
Untuk menu makanan, Rina mengaku sudah kembali lengkap. Namun untuk minuman kopi, masih ada keterbatasan karena mesin kopi belum tersedia.
“Kalau menu untuk makanan, alhamdulillah sudah (lengkap). Tapi kalau untuk perkopian itu ada yang belum karena kita pake kopi mesin biasanya, itu belum kita ada,” paparnya.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti WiFi juga belum kembali terpasang.
“Sinyal juga sudah normal, cuma karena wifi belum dipasang balik, belum bisa pake wifi di sini,” jelasnya.

Meski begitu, pelanggan mulai berdatangan. Menurut Rina, warga sekitar rindu suasana nongkrong setelah lebih dari sebulan menghadapi kondisi darurat.
“Sudah lumayan, mungkin karena mereka bosen juga ya makan mi dan telur terus,” ujarnya.
Soal harga, Rina tetap berupaya menjaga agar terjangkau.
“Harga, kami mesti agak-agak penyesuaian, Pak. Kalau dibilang naik, nggak juga. Masih harga-harga normal.”
Meski omzet belum bisa dipastikan, Rina memilih untuk terus melangkah.
“Belum tahu kan kita, karena baru buka lagi. Tapi, harus bangkit kan,” tutupnya.


