BEI Pasang Target Masuk Peringkat 10 Besar Bursa Efek Dunia di 2030

32 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan Indonesia mampu menembus jajaran 10 besar bursa efek dunia pada 2030, baik berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi.

Untuk mewujudkan target tersebut, BEI telah menyiapkan peta jalan pengembangan melalui Master Plan BEI 2026–2030. Dokumen strategis ini dirancang untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan pasar modal nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Kami telah menyiapkan arah pengembangan Bursa Efek Indonesia untuk lima tahun berikutnya agar momentum pertumbuhan pasar modal terus terjaga,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam pembukaan perdagangan bursa tahun 2026, dikutip Holopis.com, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, Master Plan BEI itu memuat arah pembangunan pasar modal yang berfokus pada inovasi, transparansi, dan inklusivitas. “Melalui Master Plan BEI 2026–2030, kami menetapkan tujuan besar pada tahun 2030, yaitu membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global,” paparnya.

- Advertisement -

Dengan strategi tersebut, BEI berharap pasar modal Indonesia dapat sejajar dengan bursa-bursa utama dunia. “Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” bebernya.

Sebagai langkah konkret, BEI menetapkan sejumlah asumsi dan target pertumbuhan yang disesuaikan dengan dinamika ekonomi nasional dan global. Pada 2026, BEI memproyeksikan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun.

Dari sisi pencatatan, BEI menargetkan sebanyak 555 pencatatan efek sepanjang tahun, termasuk 50 saham baru untuk memperdalam pasar dan meningkatkan likuiditas.

Selain memperkuat sisi supply, BEI juga mengintensifkan upaya perluasan basis investor domestik. Melalui optimalisasi berbagai kanal informasi dan edukasi, BEI menargetkan penambahan sekitar 2 juta investor baru sepanjang 2026.

“Kami percaya, untuk mewujudkan visi ini dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, serta seluruh stakeholder agar Master Plan BEI 2026–2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi pasar modal Indonesia,” lanjut Iman.

Optimisme BEI tersebut tercermin pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengawali perdagangan tahun 2026 di zona positif. Pada pembukaan perdagangan perdana Jumat (2/1/2026), IHSG tercatat menguat 33,29 poin atau 0,38 persen ke level 8.680,23.

Penguatan IHSG didorong oleh dominasi saham yang bergerak di zona hijau, dengan 377 saham mencatatkan kenaikan. Sementara itu, 107 saham melemah dan 474 saham lainnya bergerak stagnan.

Dari sisi nilai pasar, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada pagi hari mencapai Rp15.929 triliun. Aktivitas perdagangan juga terpantau aktif, dengan frekuensi transaksi sebanyak 73,67 ribu kali dan volume perdagangan mencapai 483,2 juta saham senilai Rp329,7 miliar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
32 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis