HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada awal perdagangan bursa saham tahun 2026 yang berlangsung pada hari ini, Jumat (2/1/2026).
Analis Phintraco Sekuritas menilai, peluang kenaikan IHSG pada perdagangan 2026 ini masih terbuka, seiring dengan sinyal teknikal yang semakin positif pasca penutupan perdagangan akhir 2025.
IHSG tercatat ditutup menguat tipis 0,03 persen di level 8.646,94 pada perdagangan Selasa (30/12/2025) lalu, yang sekaligus menjadi hari terakhir perdagangan bursa sepanjang 2025.
“IHSG ditutup menguat di level 8,646.94 (+0.03%) pada perdagangan Selasa (30/12), yang merupakan perdagangan terakhir di tahun 2025,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Holopis.com.
Sebelumnya, pergerakan IHSG sempat berada di zona negatif. Tekanan tersebut dipicu oleh koreksi saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI dan ADRO yang memasuki masa ex date dividen, serta penurunan harga emas setelah mencetak rekor tertinggi baru yang turut menekan saham-saham terkait komoditas.
Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah turut menjadi sentimen positif. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12), rupiah menguat ke level Rp16.771 per dolar AS, sejalan dengan penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Secara tahunan, kinerja IHSG sepanjang 2025 terbilang solid. IHSG ditutup menguat 22,13 persen selama tahun 2025, dengan seluruh sektor mencatatkan kenaikan. Penguatan terbesar terjadi pada saham-saham sektor teknologi.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas melihat adanya sinyal pembalikan arah yang semakin kuat. “Indikator Stochastic RSI IHSG mengindikasikan berlanjutnya reversal menuju area pivot. Penyempitan histogram negatif MACD juga berlanjut, mengindikasikan tekanan jual mulai melambat dan adanya potensi pembalikan tren ke atas,” tulis Phintraco.
Selain itu, IHSG berhasil bertahan di atas level rata-rata pergerakan jangka pendek. “IHSG juga berhasil ditutup di atas level MA5 dan MA20. Sehingga diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level 8680–8725,” lanjut Phintraco Sekuritas.
Untuk perdagangan awal tahun 2026, Phintraco Sekuritas menetapkan level support IHSG di area 8.550, pivot di 8.635, dan resistance di kisaran 8.725.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik pada Jumat (2/1). Indeks S&P Global Manufacturing PMI Desember 2025 diperkirakan meningkat ke level 53,6 dari 53,3 pada November 2025. Sementara neraca perdagangan November 2025 diproyeksikan mencatat surplus sebesar US$2,7 miliar, naik dari surplus US$2,4 miliar pada Oktober 2025.
Selain itu, inflasi Desember 2025 diperkirakan melambat menjadi 2,5 persen secara tahunan (year on year), dari sebelumnya 2,72 persen pada November 2025. Data-data tersebut berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan IHSG di awal tahun.
Adapun pada perdagangan perdana di tahun 2026 ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan atau top picks untuk untuk dicermati para investor. Di antaranya yakni saham BBCA, PANI, BBNI, JSMR, dan ASII.

