HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Pasar Sepaku di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (31/12) yang saat ini tengah ditata sebagai bagian dari penguatan pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan penyangga IKN.
Peninjauan ini dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan infrastruktur pemerintahan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi ekonomi rakyat dan menjaga keberlanjutan aktivitas sosial masyarakat setempat.
Penataan Pasar Sepaku yang juga dikenal dengan Pasar Rebo Sukaraja merupakan bagian dari paket pekerjaan Penataan Kawasan Sepaku yang mencakup pembangunan dua bangunan pasar, penataan kawasan pasar, serta penataan koridor Sepaku sepanjang 1,5 kilometer. Proyek ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, setelah melalui proses rembuk warga.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres memastikan proses pembangunan tetap memperhatikan keberlangsungan kegiatan ekonomi, dengan mekanisme relokasi sementara pedagang agar aktivitas jual beli tetap berjalan selama masa konstruksi.
Gibran yang kerap didampingi istrinya Selvi tersebut diketahui juga meninjau Pasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan IKN mampu menggerakkan ekonomi rakyat, keberadaan Pasar KIPP diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal, memberikan ruang usaha yang layak bagi pelaku UMKM, serta memenuhi kebutuhan harian masyarakat di KIPP IKN.
Pasar KIPP dibangun di atas lahan seluas 3.774 meter persegi dengan luas bangunan 3.959 meter persegi, terdiri atas 3 lantai. Pasar ini dilengkapi 22 unit los basah, 33 unit los kering, 11 kios, 6 unit pujasera, serta ruang pengelola dan ruang pertemuan. Pasar KIPP dirancang untuk melayani sekitar 200 pengunjung per hari, dengan pengaturan los basah yang terpisah antara area bersih dan area pengolahan, sehingga kebersihan dan sirkulasi pengunjung tetap terjaga.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat langsung penataan zona los basah yang dibagi secara fungsional, mulai dari area pembersihan hingga area penjualan, guna memastikan standar higienitas pasar terpenuhi. Penataan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pasar rakyat yang sehat, nyaman, dan aman bagi pedagang maupun pengunjung.


