Resolusi Tahun Baru Ternyata Bukan Tren Modern, Ini Sejarah Panjangnya


Oleh : Darin Brenda Iskarina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Membuat resolusi di awal tahun sering dianggap sebagai kebiasaan modern. Setiap Januari, banyak orang menetapkan target hidup yang lebih sehat, lebih teratur, atau lebih bahagia. Namun kebiasaan ini ternyata sudah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum kalender modern dikenal seperti sekarang.

Pergantian tahun sejak dulu kerap dimaknai sebagai titik awal yang penting, sehingga manusia merasa perlu menetapkan janji dan harapan baru.

Berawal dari Janji Spiritual hingga Tradisi Sosial

Sejarah mencatat, kebiasaan membuat resolusi sudah ada sejak sekitar 4.000 tahun lalu pada masa peradaban Babilonia. Saat merayakan pergantian tahun melalui festival Akitu, masyarakat Babilonia membuat janji kepada para dewa, seperti melunasi utang atau menepati kewajiban yang tertunda. Janji tersebut diyakini berpengaruh pada nasib mereka sepanjang tahun.

Tradisi serupa juga berkembang di Romawi Kuno ketika Januari ditetapkan sebagai awal tahun. Bulan Januari diambil dari nama Janus, dewa bermuka dua yang melambangkan masa lalu dan masa depan. Pada masa itu, membuat komitmen di awal Januari dianggap sebagai simbol kesiapan menyongsong tahun yang baru.

Makna Resolusi di Era Modern

Seiring berjalannya waktu, resolusi Tahun Baru mengalami perubahan makna. Unsur ritual keagamaan perlahan bergeser menjadi refleksi pribadi. Resolusi tidak lagi ditujukan kepada dewa, melainkan kepada diri sendiri.

Di era modern, resolusi sering berkaitan dengan kesehatan, karier, hubungan, hingga keseimbangan hidup. Meski banyak yang gagal dijalankan hingga akhir tahun, resolusi tetap memiliki nilai penting sebagai momen evaluasi.

Sobat Holopis punya resolusi apa untuk tahun depan?

Tampilan Utama