HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pasukan zionis Israel kembali berulah dengan melakukan agresi terhadap warga Palestina di Ramallah, Tepi Barat. Tentara Israel menginterogasi warga dengan melakukan penggeledahan ke rumah-rumah dan merusak bangunan.
Mengutip dari laporan Arabnews yang bersumber dari kantor berita Palestina WAFA, Minggu (28/12/2025), pasukan Israel juga beraksi di jalan-jalan Desa Qabatiya, selatan Jenin, Tepi Barat. Imbas kelakuan pasukan Israel, beberapa warga Palestina kini terpaksa mengungsi. Pasalnya, tentara zionis mengambil alih properti milik warga.
Bahkan, ada sekolah yang dipakai tentara Israel digunakan sebagai tempat untuk menahan hingga menginterogasi warga Palestina.
Pun, buldoser juga digunakan tentara Israel untuk menggali jalan dan membuat penghalang jalan di titik akses Utama. Kemudian, pasokan listrik ke beberapa lingkungan diputus.
Selain tentara, warga Palestina juga menghadapi serangan dari pemukim Israel. Bahkan, serangan sudah lebih dari 2.000 kali selama bulan November. Rincian antara lain Ramallah dan Al-Bireh (360), Hebron (348), Bethlehem (342) dan Nablus (334).
Dari laporan Anadolu, militer Israel punya motif melakukan serangan besar-besaran untuk hari kedua berturut-turut di Qabatiya. Hal itu dipicu insiden yang menewaskan dua warga Israel sehari sebelumnya.
Pada Jumat (26/12), dua orang tewas dan dua lainnya terluka dalam insiden gabungan penabrakan dengan mobil dan penikaman di kota Beit She’an serta Afula di Israel utara. Setelah kejadian itu, Tel Aviv melancarkan operasi militer luas di Qabatiya. Zionis Israel mengklaim pelaku serangan yang menewaskan dua warganya berasal dari desa itu.
Lalu, Israel juga mengerahkan 44 kendaraan militer termasuk beberapa buldoser menyerbu Qabatiya. Israel juga memberlakukan lockdown dengan menerapkan jam malam, serta menutup jalan-jalan utama yang menuju ke kota itu.
Tentara Israel juga dikerahkan di seluruh jalan Qabatiya. Selain itu, penembak jitu atau sniper juga dikerahkan untuk mengambil posisi di atap sejumlah bangunan.


