Jakarta Luncurkan Pilot Project Pelatihan Gig Economy dan Inovasi AI Gen Z

15 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah secara resmi meluncurkan Pelatihan Gig Economy bagi generasi Z dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub pada Kamis (18/12/2025). Langkah strategis ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi nasional yang menempatkan Provinsi DKI Jakarta sebagai proyek percontohan (pilot project) penguatan ekosistem kerja mandiri berbasis digital.

Hadir dalam peluncuran tersebut Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Acara ini juga didampingi oleh MenPAN-RB Rini Widyantini serta Menteri Ketenagakerjaan Yessierli.

- Advertisement -

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membuka akses lapangan kerja baru melalui pemanfaatan platform digital bagi Generasi Z. “Kami siap berkolaborasi dengan Pemda DKI agar pelatihan ini berkelanjutan. Gig economy membuka peluang besar untuk meningkatkan pendapatan anak muda melalui teknologi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kementerian Ekraf memfasilitasi pelatihan ini melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari asosiasi konten kreator, BUMN seperti Telkom, hingga mitra swasta seperti PT Jababeka. Fokus utamanya adalah melahirkan generasi muda yang mampu menggunakan teknologi secara berkualitas, beretika, dan inovatif.

- Advertisement -

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya ekosistem digital yang mandiri berbasis perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan yang masif.

“Kami menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp10 triliun dengan bunga rendah 6 persen dan plafon hingga Rp500 juta. Jakarta menjadi prototipe yang nantinya akan direplikasi ke 15 kota lainnya di Indonesia,” jelas Airlangga.

Airlangga juga memaparkan data pertumbuhan sektor AI di Indonesia yang mencapai 127 persen dengan nilai investasi sebesar 91 juta dolar pada semester pertama 2025. Menurut riset Google, Indonesia kini memiliki tingkat adopsi AI tertinggi di ASEAN, dengan proyeksi nilai pasar mencapai 70,6 miliar dolar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, khususnya dalam penyelenggaraan AI Open Innovation Challenge atau Hackathon. Kompetisi ini menantang para inovator muda untuk mencari solusi berbasis AI guna mengatasi masalah klasik Jakarta, yakni kemacetan dan pengelolaan sampah, menjelang perayaan 500 tahun Jakarta.

“Pemda DKI menyediakan ruang, fasilitas co-working space, dan hadiah menarik bagi para pemenang. Kami ingin menjadi tuan rumah bagi seluruh pegiat gig economy dan inovator masa depan,” kata Pramono.

Program yang dipusatkan di Jakarta Creative Hub ini menargetkan jangkauan 3.000 peserta dari kalangan Gen Z (kelahiran 1997-2012) setiap bulannya. Materi pelatihan mencakup bidang-bidang strategis seperti AI untuk desain produk, copywriting, analisis tren pasar, pelatihan affiliator, hingga inkubasi startup dan sertifikasi teknologi digital.

Melalui program ini, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi AI, tetapi juga menjadi pemain aktif yang mampu menghasilkan karya inovatif berdaya saing global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
15 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru